Solusi Bagi yang Sulit Menemukan Pendamping Hidup

455
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, Muslim Obsession – Muslimah yang sudah berumur atau sudah waktunya menikah, namun belum juga dipertemukan dengan jodohnya, diperlukan kesabaran serta harus selalu husnudzan atau berbaik sangka kepada Allah Swt. bahwa kelak akan dipertemukan jodohnya.

Buya Yahya memberikan nasihat ini kepada kaum muslimah yang sedang terjebak dalam petualangan cinta, mencari sosok dambaan lelaki dewasa dalam segala hal, dunia dan akhirat yang siap untuk menikah secara sah dan membangun rumah tangga.

Jodoh kata Buya Yahya, adalah karunia dari Allah SWT, waktu dan siapa orangnya Allah yang mengatur. Seseorang harus husnudzan kepada Allah bahwa, jika tertunda pernikahannya adalah karena Allah menginginkan saat yang tepat untuk menikah.

“Hal yang perlu diperhatikan di dalam kita menuju pernikahan tersebut adalah jangan melakukan sesuatu yang menjadikan Allah murka. Cinta adalah karunia Allah yang sangat agung, akan tetapi cinta akan berubah menjadi malapetaka ketika dicampuri oleh hawa nafsu dan pelanggaran terhadap syariat  Nabi Muhammad Saw. gara-gara cinta,” kata Buya Yahya, seperti dilansir dari buyayahya.org, Rabu (18/9/2019).

Buya melanjutkan, semestinya cinta dibangun di atas pernikahan, bukan pernikahan dibangun di atas cinta. Ketika seseorang telah salah dalam menerapkan prinsip tersebut. Jika seseorang sudah berpetualang mencari cinta sebelum pernikahan, maka ia berpotensi akan terjerumus ke dalam budaya-budaya orang yang tidak beriman seperti budaya pacaran dan lain-lain.

“Maka cara yang salah inilah yang menjadikan orang tersebut nista dan hina. Carilah pasangan dengan cara yang benar. Cukuplah kita menilai dari informasi yang kita dapat tentang calon tersebut dari keluarganya, jika memang secara dzahir ia adalah baik, bisa diterima dalam kriteria agama, maka baru setelah itu melangkahlah untuk melamarnya,” pesan Buaya Yahya.

Menurut Buya, tidak masalah misalkan ada seorang wanita yang sedang mencari pasangannya, dan tidak perlu gengsi. Sebab Sayyidah Khadijah pun melamar Rasulullah Saw. dengan cara melamar yang benar adalah melalui perantara orang yang baik yang bisa menjelaskan keadaan diri sendiri dengan baik tanpa ada dusta dengan cara wajar dan tidak berlebihan.

“Jangan lupa kita melakukan shalat istikharah sebelum melangkah. Alangkah indahnya cara yang semacam ini. Pertama, kita jadi tampak berwibawa, yang kedua, jika kita diterima, kita tidak salah pilih karena memang sudah mengetahui keadaannya, dan jika tidak diterima andapun tidak sakit karena kita pun belum terlanjur mencintainya, dan setelah itu semua serahkan kepada Allah, semakin dekatlah kepada Allah Swt. niscaya kita akan mendapatkan segala kemuliaan,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here