Soal Provinsi Garis Keras, Mahfud MD Tolak Minta Maaf

496
Mahfud MD
Mahfud MD. (Foto: Liputan6.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD menolak meminta maaf soal penyebutan provinsi garis keras yang dikecam banyak kalangan.

Mahfud berkilah, dirinya justru memuji sejumlah provinsi yang disebutnya garis keras tersebut.

“Saya harus minta maaf karena memuji orang Aceh, begitu?” kata Mahfud, Senin (29/4/2019).

Mahfud beralasan, garis keras secara keagamaan berarti orang yang memiliki prinsip, kesetiaan atau ketaatan yang tinggi, tidak bisa didikte, atau dipengaruhi dalam suatu kontestasi politik.

Menurutnya, ia berkali-kali mendapatkan kesempatan untuk berkhutbah di Masjid Baiturrahman, Aceh, juga di Padang. Selama itu, Mahfud merasa cocok keislamannya dengan warga Aceh.

Sebelumnya, ucapan Mahfud soal provinsi garis keras sebagai basis massa pendukung Prabowo Subianto menuai kecaman dari berbagai pihak.

Aceh, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang disebut Mahfud memiliki tipikal Islam garis keras. Mahfud didesak untuk meminta maaf oleh politisi PKS asal Aceh Nasir Djamil. Namun Mahfud menolak minta maaf.

Tokoh kelahiran Madura itu menyebut ucapannya menjadi ramai karena ulah para buzzer yang kemudian menyalahartikan pernyataanya, seolah dia menyebut para pendukung Prabowo, dari Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, adalah kelompok radikal dalam hal agama.

“Saya nggak bilang radikalisme. Saya garis keras di bidang hukum, kalau Anda melanggar hukum, saya dorong Anda ke penjara,” katanya.

Mahfud juga menegaskan tidak menyinggung soal isu khilafah. Dia menambahkan, istilah Islam garis keras, radikal, progresif, kelompok konservatif merupakan istilah-istilah biasa dalam kamus politik. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here