Soal Isu Corona, Ketum Parmusi Ingatkan Elite Pemerintahan Kembali Kepada Allah

553

Solo, Muslim Obsession – Publik kini makin digemparkan dengan informasi menyebarnya wabah virus corona, sehingga muncul rasa kekhawatiran yang mendalam. Terlebih sudah ada belasan yang terinfeksi corona, bukan hanya masyarakat biasa, bahkan pejabat sekelas menteri. Tentu saja ini membuat masyarakat tambah panik, dan mengurungkan beraktivitas ke luar.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), H. Usamah Hisyam meminta masyarakat harus tetap waspada, tetapi tidak perlu menyikapi wabah corona ini secara berlebihan. Corona ini bukanlah sesuatu yang menakutkan dan mengancam kehidupan seseorang, jika semua yakin dan percaya dengan keimanan yang kuat kepada Allah.

Pertama yang harus diyakini kata Usamah adalah, bahwa semua musibah yang datang menimpa masyarakat adalah datang dari Allah. Dan semua akan kembali kepada Allah. Jika semua yang datang itu dari Allah, dan akan dikembalikan kepada-Nya, maka sebagai umat Islam yang beriman, masyarakat tak perlu takut dan khawatir.

Di ayat ini Allah mengatakan, orang-orang yang apabila ditimpa musibah, maka hendaknya mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Di ayat lain, yakni Surat At Taubah ayat 51 Allah mengatakan, “Qul lay yuṣībanā illā mā kataballāhu lanā, huwa maulānā wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn.”

“Kata Allah sekali-kali tidak akan menimpa kepada kita melainkan apa yang telah Alllah tetapkan. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal,” ujar Usamah di Acara Mukerwil Parmusi Jateng di Solo, yang dihadiri para pengurus daerah, Ahad (15/3/2020).

Usamah menuturkan, apa pun ketentuan yang sudah Allah tetapkan pasti memiliki nilai kebaikan, meski terkadang orang menilainya itu suatu keburukan. Misalnya soal corona ini, bisa jadi ini adalah teguran dari Allah kepada semua bangsa karena semakin banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran.

Kemaksiatan dan kemungkaran bukan hanya diartikan judi, mabok-mabokan, narkoba dan sebagainya, tapi bisa juga tentang kebijakan pemerintah atau para pemimpin yang tidak benar, menyusahkan masyarakat kecil. “Masih bersyukur Allah memberikan corona, coba kalau langsung dibinasakan seperti kaum Nabi Luth,” tutur Usamah.

Karena itu lanjut Usamah, kuncinya adalah semua harus kembali kepada Allah, bukan hanya masyarakat awam, tapi juga Presiden sekali pun. Termasuk para elit pemerintah. Jika semua mau kembali kepada Allah dengan iman yang kuat, Usamah percaya Tuhan Yang Maha Kuasa akan selalu menjaga dan melindungi hambanya.

“Kita sebagai Ormas Islam tetap waspada, tapi kita juga harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa dengan iman dan takwa, dengan berwudhu, shalat dan berdoa, Insya Allah dilindungi dari corona. Ini yang harus dilakukan pengurus Parmusi di semua tingkatan untuk terus mengingatkan pemerintah dan masyarakat. Kuncinya kembali kepada Allah,” tutur Usamah.

Usamah menuturkan mengapa wabah corona ini tiba-tiba ramai. Padahal penyakit menular tidak hanya corona, masih banyak yang lain, ada demam berdarah, Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), ada juga tuberculosis (TBC), penyakit itu sama-sama mematikan, tapi tidak seramai ini. Corona seolah-olah dibesar-besarkan, sehingga membuat masyarakat takut.

“Padahal kita tahu mati itu azal, mati itu takdir, bisa kapan saja, dengan cara apa saja. Bahkan orang yang nggak sakit juga bisa mati. Tidak menggenal umur. Dan kita juga harus tahu doktrin kader Parmusi itu lebih baik mati di medan dakwah dari pada mati di rumah sakit. Karena itu lebih baik kita ajak masyarakat beribadah mendekat kepada Allah. Taubat nasional,” tandasnya.

Usamah mengingatkan, jika wabah corona ini terus dibesar-besarkan, ia khawatir masyarakat semakin takut, dan ekonomi Indonesia bisa melemah, semakin parah, karena orang tidak lagi mau beraktivitas ke luar rumah. Tempat-tempat umum sepi, toko-toko tutup roda ekonomi tidak berputar. Ujung-ujungnya masyarakat kecil yang akan dirugikan.

“Sudah susah tambah susah. Itu sudah terjadi kemarin saya ke Batam di Bandara itu sepi penumpangnya hanya belasan, toko-toko pada tutup, karyawan-karyawan pada mau di PHK. Karena mereka juga rugi, tidak ada pemasukan. Belum di tempat-tempat lain. Ini kan kasihan, pemerintah juga harus bisa mengantisipasi dampak yang lebih luas,” paparnya.

Untuk itu mantan anggot DPR ini meminta masyarakat bersikap kritis dengan adanya wabah corona. Termasuk untuk biasa menyaring segala informasi tentang corona agar tidak termakan hoax. Terutama bagi kader-kader Parmusi di seluruh Indonesia, ia meminta kepada para kader agar tidak memperkeruh suasana ini dengan menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya.

Misalnya soal lockdown di suatu kota, menurut Usamah hal itu bukan berarti kotanya ditutup tidak ada aktivitas. Tapi yang dimaksud lockdown adalah, ruang publik atau tempat umum milik pemerintah dan yang diatur oleh pemerintah setempat ditutup sementara. Jadi bukan semua fasilitas yang ada di kota atau wilayah itu ditutup dari aktivitas warga.

Terakhir, Usamah mengatakan memang ada sebuah hadits Nabi yang mengatakan “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).

Hadits itu dijadikan dasar bagi pemerintah mengisolasi masing-masing kota atau wilayah. Hadits itu kata Usamah memang benar, tapi yang mesti perlu ditingkatkan lagi adalah rasa keimanan dan ketakwaan terhadap Allah. Karena kuncinya semua milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Dan Allah akan melindungi hambanya yang beriman dan bertakwa. (Albar)

1 KOMENTAR

  1. Kalau memang betul ada penyakit corona kenapa harus gelisah kita harus semakin mendekati Allah yang maha penyembuh, segalanya milik Dia corona belum seberapa ada yang lebih dahsyat lagi kalau allah berkehendak untuk menyiksa mahluknya ini semua disebabkan ulah manusia sendiri, Allah akan hancurkan dunia ini jika manusia semakin jauh dariNya,maka bertaubatlah wahai para pemimpin,para penguasa negara ini bawalah masyarakat ke jalan Allah,sebentar lagi dunia akan dihancurkan oleh Allah melalui hari terakhir yaitu Qiyamat,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here