Soal Cuitan Jokowi, Ustadz Ahong: Nabi Memerintahkan Muazin dalam Shalat Id

53

Jakarta, Muslim Obsession – Cuitan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal muazin di shalat Idul Adha ramai disorot di media sosial, karena dianggap Jokowi tidak paham tata cara shalat Id. Ustadz Ahong turut memberikan pesan dan penjelasan terkait cutitan Jokowi yang kontroversi.

Jokowi diketahui menunaikan shalat Idul Adha di Istana Bogor, Selasa (20/7/2021). Dalam akun Twitter-nya, Jokowi menyebut muazin di salat Idul Adha tersebut adalah anggota Paspampres.

“Salat Iduladha pagi ini di halaman Istana Bogor dengan jamaah terbatas. Bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres,” tulis Jokowi.

Menanggapi hal itu, Ustadz Ahong pun menyinggung pendapat Imam al-Nawawi dan Mazhab Syafii soal keberadaan muazin pada pelaksanaan Shalat Id.

Menurut Imam al-Nawawi dalam al Majmu juz 5 halaman 14 sampai 15, mayoritas ulama itu tidak menganjurkan adzan dan iqamah sebelum menunaikan ibadah Shalat Id.

Sementara, Mazhab Syafii, lanjut Ustadz Ahong, menyunahkan untuk mengucapkan “al-sholatu jamiah” sebelum menunaikan ibadah Shalat Id.

Akan tetapi, apakah ada ulama yang mengumandangkan adzan atau iqamah sebelum menunaikan ibadah Shalat Id?

Menurut Ustadz Ahong, orang yang pertama kali mengumandangkan adzan atau iqamah sebelum menunaikan ibadah Shalat Id ialah sahabat Muawiyah.

“Imam al-Syafii dalam al-Umm meriwayatkan, di masa Nabi, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, Shalat Id itu tidak pakai adzan dan iqamah, sampai tiba masa kepemimpinan Muawiyah di Syam,” kata Ustadz Ahong melalui akun Twitternya.

Di samping itu, kata Ustadz Ahong, Nabi Muhammad SAW juga pernah memerintahkan muazin dalam Shalat Id.

Dan al-Hajjaj di Madinah yang menginovasi Shalat Id dengan adzan dan iqamah. Imam al-Zuhri berkata, Nabi Muhammad SAW. memerintahkan muadzin dalam Shalat Id dengan ‘al-sholatu jami’ah’ Wallahu a’lam,” pungkasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here