Siti Aminah, Perempuan yang Melahirkan Manusia Mulia

530
Ilustrasi (Foto: cnnindonesia.com)

Muslim Obsession – Rasulullah Saw. merupakan manusia pilihan Allah Swt. yang menjadi penutup para Nabi sebagai rahmatil lil ‘alamin untuk kemaslahatan manusia di bumi.

Rasulullah yang terlahir ke bumi sebagai manusia biasa, dilahirkan dari rahim seorang wanita. Dialah wanita pemilik rahim yang mulia yakni Siti Aminah. Meski sirahnya sangat terbatas, namun tak akan mengurangi kemuliaannya sebagai wanita yang telah melahirkan manusia mulia lagi suci hatinya.

Sirah ibunda Rasulullah dimulai dari masa kanak-kanaknya yang hidup dalam masa jahiliyah. Beliau terlahir dari keluarga yang termulia dan tempat tumbuh paling terhormat. Maka terjagalah kesucian nasab dan kehormatan asal-usul dirinya.

Dalam sirah yang pertama ini, sebagai bukti bahwa nasab ibunda Rasulullah di kalangan masyarakat Makkah sebagai keturunan yang mulia dan terhormat silsilahnya.

Ibunda Rasulullah terlahir sebagai keturunan yang mulia yakni suku Quraisy dengan kematangan yang ada pada dirinya. Sebagai putri tokoh Bani Zuhrah yang paling tinggi nasab dan kemuliaannya.

Ibunda Rasulullah selalu berada di kamar pingitannya, terhindar dari mata-mata yang tidak baik dan terjaga dari melakukan hal yang sia-sia. Hal ini menyebabkan para perawi hampir tidak mampu menerangkan ciri-ciri khususnya atau menggambarkannya ketika ia masih dalam masa kanak-kanaknya yang terjaga.

Sedangkan yang diketahui oleh para sejarawan tentang ibunda Rasulullah, hanyalah ketika dipinang untuk Abdullah bin Abdul Muthalib adalah gadis Quraisy yang paling terhormat nasab dan kedudukannya.

Diriwayatkan pula Aminah (ibunda Rasulullah) pada masa kanak-kanak dan remajanya telah mengenal saudara sepupu dari pihak bapak, Abdullah bin Abdul Muthalib, sama halnya dengan anak-anak perempuan lain yang sebaya dengannya yang sudah mengenal anak-anak lelaki dari keluarga Quraisy.

Aminah mengenal Abdullah ketika beliau masih sangat belia dan sebelum habis masa kanak-kanaknya juga sebelum beliau menetap di dalam kamar pingitannya. Beliau dan Abdullah pada masa kanak-kanak pernah bertemu di atas bukit-bukit Makkah dan diantara lembah-lembahnya, di serambi masjid Al-Haram yang aman.

Saat itu mereka dipertemukan oleh perkumpulan kabilah-kabilah, tempat Abdul Muthalib pemimpin Bani Hasyim dan Wahab pemimpin Bani Zuhrah yang selalu mengunjungi atas dasar kekerabatan dan berkumpul untuk musyawarah, setiap kali Quraisy tertimpa sebuah musibah.

Singkat cerita Aminah mulai dipingit ketika telah muncul tanda-tanda kedewasaannya, pada saat yang sama, Abdullah pun sudah memasuki masa remajanya. Pada saat itulah para pemuda Makkah saling berlomba untuk mendapat bunga Quraisy yang mulia nasabnya. Dan sesuai dengan kehendak Allah, dengan segala rintangan kesulitan yang dilalui oleh Abdullah dan Aminah, pada akhirnya Abdullah lah yang berhasil meminang Aminah dan menjadikannya istrinya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here