SIT Pamulang Barat Berikan Bantuan untuk Korban Bencana Alam

458
Sekolah Islam Terpadu berikan bantuan untuk korban bencana alam (Foto: Istimewa)

Pamulang, Muslim Obsession – Rentetan bencana yang terjadi di Indonesia telah menelan banyak korban jiwa seperti bencana gempa diatas 7 SR yang terjadi di Lombok dan dilanjutkan bencana gempa-tsunami di Palu Sulawesi Tengah telah meninggalkan luka yang dalam bagi para korban.

Maka dari itu, sebagai wujud keprihatinan atas bencana yang terjadi di Indonesia, Ali Rahmat pendiri Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Azkar (TK, SD, SMP, SMAIT), Pamulang Barat menginisiasi Sekolah Peduli Kemanusiaan (SPK).

Hal itu dilakukan agar Tangsel menjadi bagian dari dunia global, apapun yang terjadi pihaknya harus menentukan sikap. Termasuk adanya bencana baik bencana sosial ataupun bencana alam,

“Kita harus menyiapkan keluarga, atau masyarakat kita untuk siap menghadapi bencana, bagi yang terkena bencana mereka harus siap siaga, kuat dan sabar. Sedangkan kita yang tidak kena bencana harus membantu sekuat yang kita bisa,” ucapnya kepada Muslim Obsession, Rabu (14/11/2018).

Sudah sejak awal sekolah berdiri, kata dia, setiap bencana terjadi baik bencana lokal, nasional dan global, pihaknya selalu mengajak semua guru, siswa untuk mengumpulkan bantuan.

“Nanti, kami akan mengundang Lembaga professional seperti ACT agar bisa memberikan edukasi siap siaga bencana kepada guru dan murid-murid kami di sekolah, ini spirit Sekolah Peduli Kemanusiaan, semoga semakin banyak sekolah lainnya yang mengikuti langkah kami,” tambahnya.

Sementara itu, Vice President ACT Ibnu Khajar menilai, memberikan pemahaman kepedulian terhadap anak sejak dini itu sangat bagus, terutama edukasi tentang bencana dan cara menghadapinya juga harus dilakukan sejak dini akan sangat bagus, mengingat Indonesia adalah supermarket bencana karena hampir semua bencana ada dan pernah terjadi di Indonesia,” ungkapnya.

Pagi ini anak anak SDIT Al-Azkar, dan santri Pesantren (MTS dan SMAIT) berkumpul di tengah lapangan sangat antusias. Teriakan yel yel, simulasi siaga bencana, nasihat dan pengenalan bencana disampaikan untuk menyiapkan setiap kita bersiap siaga selalu.

Ali menambahkan, seandainya setiap orang tua menyiapkan keluarganya paham dan membekali ilmu dan keahlian menghadapi bencana, di sekolah-sekolah setiap guru mengajarkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kepada siswa maka Insya Allah maka kita bisa minimalisasi korban jiwa dan kerugian karena bencana.

“SIT Al-Azkar Pamulang sudah memulai dengan melaunching Sekolah Peduli kemanusiaan, Semoga sekolah sekolah lainnya di tangsel khususnya, atau di banten bahkan di Indonesia dapat mengikuti langkah baik ini sebagai bagian dari mitigasi pengurangan resiko bencana. Insya Allah di waktu kedepan kita berharap sekolah di sekolah sekolah lainnya akan lahir sekolah peduli kemanusiaan,” tukasnya.

Untu bencana gempa Palu-Donggala Sulteng dari siswa SDIT Al-Azkar terkumpul bantuan Rp18.220.000,- sedangkan dari pesantren Al-Azkar terkumpul Rp18.116.300,-

“Insya Allah kalau gempa yang jauh di Palu Sulteng saja kita bantu, apalagi kalau terjadi bencana di Banten atau di Tangsel pasti kami akan lebih semangat untuk memberikan bantuan,” tuturnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here