Simpan dan Sebar Berita Hoaks, Menkominfo: Jangan Nambah Dosa!

323
Menteri Kominfo Rudiantara saat memaparkan capaian kerja Kementerian Kominfo dalam Rapar Kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Rabu (16/01/2019) (Foto: Kominfo)

Jakarta, Muslim Obsession – Menjelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memiliki cara yang unik mengingatkan masyarakat agar menghindari bahaya hoaks.

“Dulu itu kalau bertelponan, yang bayar ya orang yang telepon, tapi sekarang eranya sudah berubah, misalnya saja menggunakan Whatsapp Call, jadi yang nelpon bayar, yang ditelpon juga bayar, sama seperti kirim foto, chat di media sosial semuanya sama-sama bayar,” ujar Menteri Rudiantara, dalam kunjungan ke salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Rudiantara mengakui masyarakat Indonesia memang kian terpengaruh atas informasi yang diterimanya. Belum lagi jika informasi tersebut mengenai isu-isu terbaru yang belum jelas kebenarannya.

Menurut Menteri Kominfo, seringkali masyarakat selalu responsif dan ingin cepat menyebabkan tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu atau mengecek kebenaran atas informasi tersebut.

Nah jadi kalau kita menerima video, foto, teks dan lain sebagainya dari pada pusing karena tidak jelas sumber informasinya dari mana atau yang bisa berpotensi hoaks, apalagi daripada nambah dosa lebih baik hapus atau jangan disebarkan, karena hitung-hitung juga menghemat pulsa,” kata Menteri Rudiantara.

Umumnya, ancaman terhadap pelaku penyebaran informasi hoaks, berita bohong, pencemaran nama baik atau ancaman dalam bentuk lain yang dapat meresahkan masyarakat dijerat berdasarkan UU yang berlaku, misalnya dengan UU ITE.

Namun selain itu, menurut Menteri Rudiantara, bahaya lain yang dialami masyarakat adalah soal kerugian pribadi.

“Jadi selain sosialisasi UU ITE terkait ancaman hukum dari pelaku penyebaran hoaks, kalau lagi kunjungan ke daerah-daerah biasanya di daerah 3T, juga selalu Saya ingatkan ke warga kalau salah satu kerugian ikut menyebarkan berita hoaks itu rugi di pulsa,” tutur dia.

Menteri Rudiantara mengajak masyarakat lebih waspada dan mencerna setiap informasi yang didapatkan, hal ini agar masyarakat dapat menikmati pesta demokrasi dengan penuh edukatif. 

“Dimana-mana yang namanya pesta, tujuannya untuk senang bersama-sama, kita juga berharap pada saat nanti pesta demokrasi tahun ini partisipasi masyarakat makin banyak dan semua merasa fun, merasa senang bukan malah bermusuhan, untuk mengurangi kemungkinan permusuhan atau perkelahian adalah bagaimana mengurangi hoaks,” imbuhnya.

Tentu saja untuk mencapai tujuan tersebut, kata Rudiantara harus ada kesadaran dari semua golongan, baik itu masyarakat, pemerintah, peserta pemilu bahkan siapapun harus bisa mengurangi hoaks secara bersama-sama melalui semangat kebhinekaan. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here