Sibuk Berbuka Puasa, Bagaimana Cara Menjawab Adzan?

180
Ilustrasi: Adzan.

Muslim Obsession – Saat adzan Maghrib seringkali kita disibukkan dengan aktivitas berbuka puasa. Alhasil, kita sering melalaikan adzan dimana kita dianjurkan untuk menjawabnya. Nah, jika demikian, bagaimana cara kita menjawab adzan tersebut? Apakah ketika berbuka, sebelumnya atau sesudahnya?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya yang berpuasa untuk segera berbuka karena ada banyak keutamaan di dalamnya.

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka,” (Muttafaqun ‘alaih dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu).

Sedangkan menjawab panggilan adzan menurut jumhur atau pendapat mayoritas ulama dihukumi sunnah (tidak wajib).

Dalam sebuah riwayat, ketika dikumandangkan adzan para sahabat berbincang-bincang dan Umar pun diam (tidak menyuruh para sahabat untuk menjawab adzan). Ini menjadi salah satu dasar hokum bahwa menjawab panggilan adzan tidaklah wajib, sehingga tidak sampai berdosa baik ketika kita disibukkan dengan makanan berbuka atau lainnya.

Hanya saja, jika kita tak menjawab adzan, maka kita tidak akan mendapat pahala yang besar, seperti yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut ini:

“Jika muadzin mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar, maka salah seorang di antara kalian hendaklah mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar. Kemudian jika muadzin mengucapkan Asyhadu alla ilaha illallah, maka hendaklah yang mendengar mengucapkan Asyhadu alla ilaha illallah. Kemudian jika muadzin mengucapkan Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, maka hendaklah yang mendengar mengucapkan Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.  Kemudian jika muadzin mengucapkan Hayya ‘alash shalah, maka hendaklah yang mendengar mengucapkan Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Kemudian jika muadzin mengucapkan Hayya ‘alal falah, maka hendaklah yang mendengar mengucapkan Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Kemudian jika muadzin mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar, maka hendaklah yang mendengar mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar. Kemudian jika muadzin mengucapkan Laa ilaha illallah, maka hendaklah yang mendengar mengucapkan Laa ilaha illallah. Jika diucapkan seperti tadi dari dalam hati, maka yang mengucapkannya (menjawabnya) akan masuk surga.” (HR. Muslim, no. 385).

Dengan demikian, agar tetap mendapat keutamaan menjawab adzan dan berbuka puasa, berikut langkah yang bisa dilakukan:

Pertama, ketika terdengar adzan Maghrib, segerakan berbuka puasa dengan memakan kurma atau meminum seteguk air diawali membaca doa: “dzahabazh shomau wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru Insya-Allah”.

Kedua, baca doa singkat sesuai dengan hajat kita, karena berdoa saat berbuka dan doa setelah adzan adalah mustajab.

Ketiga, lakukan aktivitas berbuka puasa dibarengi dengan menjawab adzan.

Keempat, saat adzan selesai dikumandangkan, bacalah doa setelah adzan lalu dilanjutkan berdoa sesuai hajat kita. Wallahu a’lam. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here