Shin Bet Jalani Penyelidikan atas Penganiayaan Warga Palestina

480
Shin Bet
Pengadilan Israel mengeluarkan keputusan yang hampir dua dekade melarang melakukan penyiksaan. (Foto: Aljazeera)

Israel, Muslim Obsession – Interogator dari agen rahasia Israel, Shin Bet, akan menghadapi penyelidikan kriminal atas tuduhan penyiksaan terhadap warga Palestina, Rabu (31/1/2018).

Ini akan menjadi penyelidikan yang pertama bagi Shin Bet sejak pengadilan Israel mengeluarkan keputusan yang hampir dua dekade melarang melakukan penyiksaan, kecuali dalam keadaan terdesak atau yang disebut dengan ‘metode khusus’ interogasi. Sebelum keputusan tersebut, penganiayaan fisik terhadap orang-orang Palestina telah rutin dilakukan dan mengakibatkan kematian.

Menurut kelompok Hak Asasi Manusia, larangan pengadilan tertinggi memiliki dampak terbatas. Shin Bet, yang secara resmi dikenal sebagai Badan Keamanan Israel seharusnya lebih berhati-hati dalam melakukan penyiksaan selama pemeriksaan, karena lebih dari 1.000 keluhan dari warga Palestina telah diserahkan ke badan pengawas pemerintah selama 18 tahun terakhir, namun ini adalah pertama kalinya Shin Bet melakukan penyelidikan kriminal.

Seperti dilansir Aljazeera.com, banyak orang Palestina dipenjara berdasarkan pengakuan yang mereka tidak lakukan atau orang Palestina lakukan selama pemeriksaan Shin Bet. Bulan lalu, dalam membebaskan seorang pria Palestina yang dipenjara berdasarkan sebuah pengakuan palsu, sebuah pengadilan Israel menuduh Shin Bet menggunakan teknik untuk mendorong orang yang tidak bersalah untuk mengakui tindakan yang tidak mereka lakukan.

Sebelum keputusan tahun 1999, Shin Bet secara resmi dituduh melakukan penganiayaan terhadap para tahanan dan memukul mereka, termasuk membenturkan kepala ke dinding. Menurut kesaksian, Shin Bet dalam pemeriksaan masih menggunakan kekerasan fisik, hingga mengakibatkan korban mengalami depresi, tidak hanya itu Shin Bet juga melakukan kekerasan dengan cara memborgol tangan untuk mencegah aliran darah.

“Mereka benar-benar terisolasi, mereka merasa dikubur, Mereka tidak tahu kapan interogasi akan berakhir atau bagaimana akan berakhir,” ujar Anat Litvin, seorang Dokter peneliti untuk Hak Asasi Manusia. (Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here