Shalat Tarawih di Masjidil Haram Dikurangi 10 Rakaat

568

Jakarta, Muslim Obsession – Penutupan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi berlanjut untuk sholat lima waktu, sholat Tarawih, itikaf, dan buka puasa bersama selama bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah.

Imam Masjidil Haram Syeikh Abdul Rahman As Sudais melalui Instagram Haramain_info, mengumumkan selama Bulan Ramadhan, tarawih di masjidil haram tak diperbolehkan dihadiri oleh jemaah. Hanya beberapa staff yang akan mengikuti tarawih.

Rakaat tarawih dikurangi menjadi 10 rakaat plus witir yang biasanya tiga rakaat, padahal biasanya di Masjidil Haram tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat, belum termasuk witir.

Tarawih akan dipimpin oleh dua imam secara bergantian. Imam pertama memimpin di enam rakaat pertama lalu Imam kedua akan memimpin empat rakaat plus witir. Sementara, doa qunut akan dipersingkat.

I’tikaf yang biasa dilakukan umat Muslim selama Ramadhan juga ditiadakan baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Sedangkan, umrah tetap dilarang sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Untuk pembacaan ayat suci Al-Quran akan dilakukan antara tarawih dan salat tahajud. Al-Quran diperkirakan akan khatam dibaca di Masjidil Haram pada malam ke-29 Ramadhan.

“Layanan berbuka bersama ditiadakan dua Masjid Haram, tapi, paket makanan akan dibagikan di seluruh kota Makkah dan Madinah,” bunyi pernyataan pengurus Masjidil Haram.

Terkait dengan langkah antisipasi penyebaran virus corona, pengurus Masjidil Haram akan melanjutkan pemeriksaan kesehatan terhadap para pekerja dan jemaah yang menghadiri pemakaman.

Sejauh ini sudah ada lebih dari 10 ribu penderita corona di Arab Saudi dengan 100 lebih angka kematian. Ulama Saudi sebelumnya telah mengeluarkan fatwa bagi warga negara itu untuk melaksanakan ibadah Ramadhan di rumah, seperti tarawih dan salat Ied. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here