Shalat, Media Mohon Pertolongan Kepada Allah

187

Oleh: Muhtadin Sahrostani

Menghadapi kenyataan yang sedang berjalan dalam kehidupan kita sebagai bangsa, khususnya bagi warga masyarakat miskin yang menggantungkan nafkahnya pada usaha atau kerja harian, nampaknya mulai timbul kesadaran ketika mereka disuruh memakai Masker.

Ini juga berarti bahwa masyarakat akan mengalami suatu masa yang entah lama atau tidak, yaitu masa dimana masyarakat yang tertutup masker hanya bisa mendengar dan melihat tapi tak bisa makan. Masyarakat hanya bisa melihat dan mendengar tapi tak bisa bicara, masyarakat hanya bisa melihat saudaranya yang tidak bisa mencari nafkah dan hanya bisa mendengar keluhan mereka yang semuanya tidak bisa bicara.

Hingga akhirnya timbul kesadaran berpikir di kalangan masyarakat miskin, bahwa kasus Virus Corona telah mengubur kasus para koruptor hingga kita tak lagi mendengar tentang kasus mereka.

Siapapun kita, apapun pangkat dan jabatan kita, seluas apa kekuasan yang kita kuasai dan setinggi apapun pangkat dan jabatan yang kita sandang, kita adalah bersaudara karena kita punya ibu yang sama, yaitu Ibu Pertiwi.

Dan saat ini kita hidup dan tinggal di bumi yang sama, yaitu Bumi Nusantara. Yaitu bumi yang subur yang memilki kekayaan alam melimpah yang telah diwariskan oleh Allah Yang Maha Kuasa kepada Ibu Pertiwi untuk diwariskan kepada semua putra-putrinya, yaitu kita.

Ibu Pertiwi yang seharusnya bangga, tapi justru dia bersedih, dia bersedih bukan karena mendengar berita tapi justru dia bersedih karena melihat fakta. Dia melihat hutan, sawah, gunung dan ladang miliknya telah hilang. Dia melihat fakta simpanan kekayaan alam berupa emas, intan dan lain sebagainya telah hilang dan tak tahu siapa yang membawa.

Ibu Pertiwi juga menangis karena melihat masih ada ketidakadilan di negeri ini. Karena itu kita berharap kepada putra terbaik Ibu Pertiwi, jangan biarkan saudaramu terputus kehidupannya karena tak bisa mencari nafkah.

Dan sebagai putra dan putri Ibu Pertiwi yang shalih dan shalihah, menyikapi kondisi saat ini kita tidak perlu mencari tahu siapa yang bersalah, karena mencari yang salah ini sangatlah susah, lebih susah daripada mencari jarum yang jatuh di tumpukan Jerami.

Kita tidak perlu mencari tahu karena ada yang Maha Tahu dan pasti kita diberi tahu asal kita mau datang untuk mengadu. Mengadulah dengan Shalat Tahajud dan membaca Al-Quran pasti Allah memberi tahu. Pelajarilah janji Allah dalam QS. Al-Muzzammil.

Sebagai putra dan putri Ibu Pertiwi yang shalih dan shalihah, tentu kita ingat dengan janji Allah bahwa bumi akan diwarisi oleh hamba-hamba-Nya yang shalih. Karena itu jangan kita membuat kerusakan dan berbuat zhalim. Karena penyebab bencana adalah kezhaliman.

Kita harus takut kepada Allah, boleh jadi karena kezhaliman, Allah akan mengirim lima bencana seperti yang pernah dikirim kepada rakyat Fir’aun pada zaman Nabi Musa ‘alaihissalam. Yaitu topan atau badai, pasukan belalang, pasukan kutu busuk, pasukan katak dan darah menyebar di mana-mana. Karena saat ini kita hidup Tahun 20 20 dan itu berarti sedang berlaku QS. 20 ayat 20.

Menyikapi hal tersebut kita tidak mesti panik, tapi perbanyak dzikir. Bukan harus cemas, tapi perbanyak membaca Al-Quran dan tidak harus takut, tapi lakukan sujud dengan khusyuk dalam Tahajud.

ربنا عليك توكلنا واليك انبنا واليك المصير

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here