Shalat Khusyuk Menurut Imam Al-Ghazali

65
Ustadz Salim A Fillah.
Ustadz Salim A Fillah.

Jakarta, Muslim Obsession – Bisa melaksanakan shalat dengan khusyuk merupakan tujuan dari ibadah shalat yang dilaksanakan setiap muslim. Shalat khusyuk menurt Ustadz Salim A Fillah ternyata tidak mesti ditandai dengan beruraian air mata atau dengan penuh keharuan.

Ia mengutip pernyatan dari Imam Al-Ghazali mengenai ciri-ciri shalat khusyuk tersebut.

Inna sholata tanha ‘anil fahsya wal mungkar… Maka kata Imam Al-Ghazali yang namanya khusyuk shalat, itu bukan nangis-nangis pas shalat, bukan keluar air mata pas shalat, itu bukan tanda shalat yang khusyuk. Bukan merasa haru saat shalatnya, bukan,” kata Ustadz Salim A Fillah, seperti dikutip dari akun isntagram pribadinya, @salimafillah, Jumat (13/9/2019).

Ustadz Salim A Fillah melanjutkan, kata Imam Al-Ghazali definisi khusyuk minimalnya adalah, jika seseorang shalat subuhnya khusyuk, maka antara subuh sampai zhuhur ia tercegah perbuatan keji dan mungkar.

Kalau seseorang shalat zhuhurnya khusyuk, maka antara zhuhur hingga ashar ia tercegah dari perbuatan keji dan mungkar.

“Kalau shalat asharmu khusyuk, maka dari ashar sampai maghrib kamu tercegah dari perbuatan keji dan mungkar, begitu seterusnya. Karena semua shalat sudah diatur dosisnya oleh Allah untuk mencegah kita dari keji dan mungkar sampai waktu shalat berikutnya. Itu yang disebut sebagai shalat khusyuk,” jelasnya.

Jadi shalat khusyuk itu, Ustadz Salim A Fillah menegaskan, bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka tidak bisa disebut shalatnya seseorang khusyuk meskipun shalat subuhnya sampai beruraian air mata.

“Walaupun shalatnya sampai nangis-nangis, shalat subuh hingga haru, tetapi nanti antara subuh dengan zhuhur terjadi perbuatan keji dan mungkar, maka tidak bisa disebut sebagai shalat yang khusyuk,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here