Shalat Jumat Pertama di Hagia Sophia Dijaga 17.000 Polisi

130
Hagia Sophia. (Foto: newsky)

Ankara, Muslim Obsession – Pemerintah Turki menyiapkan pengamanan yang ketat jelang pelaksanaan shalat Jumat pertama di Hagia Sophia pada 24 Juli 2020. Pasalnya, tidak dipungkiri peralihan fungsi Hagia Sophia menjadi masjid tidak semua diterima masyarakat.

Keputusan itu juga banyak dikritik oleh masyarakat Turki dan dunia, meski yang mendukung jauh lebih banyak. Karenanya keamanan menjadi unsur penting saat pembukaan Hagia Sophia sebagai tempat beribadah pada Jumat ini.

Sejak minggu lalu, Pemerintah Turki telah mempersiapkan protokol keamanan yang ketat untuk menyukseskan ibadah Jumat mendatang. Langkah-langkah keamanan telah ditingkatkan dari luar Hagia Sophia.

Baca juga: Jelang Shalat Jumat Pertama, Turki Umumkan Pengurus Hagia Sophia

Sampai saat ini, pintu masuk ke Sultanahmet Square ditutup dengan penghalang baja. Polisi tampak berlalu lalang dari luar Hagia Sophia membawa senjata pengaman. Beberapa di antaranya terlihat membawa anjing pelacak K-19.

Pemerintah Turki juga sudah menyiapkan 17.000 polisi dengan mobil lapis baja. Warga yang akan masuk akan dikontrol oleh pihak kepolisian. Protokol keamanan itu untuk mencegah hal-hal yang akan menganggu jalannya shalat Jumat pertama.

Baca juga: Turki Undang Para Pemimpin Dunia Ikut Shalat Pertama di Hagia Sophia

Diketahui Yunani, Israel, Rusia, hingga Amerika menyesalkan kebijakan Erdogan itu. Yunani sebagai negara dengan jutaan pengikut Ortodoks menyebutkan keputusan itu sebagai provokasi terbuka. AS melalui Departemen Luar Negeri-nya juga menyatakan kekecewaan

Dari dalam negeri, Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu dari partai oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) di Forum Ekonomi Internasional Delhi mengatakan kebijakan Hagia Sophia tidak relevan.

Baca juga: Tak Seperti Hagia Sophia, Masjid-Masjid ini Jadi Gereja hingga Klub Malam

“Peralihan fungsi Hagia Sophia sekarang tidak perlu. Pemerintah tidak boleh menggunakan masalah ini sebagai politik internal. Kementerian Pariwisata perlu bertanggung jawab,” katanya.

Sepanjang masa kepemimpinan Erdogan memang terdapat beberapa protes diluncurkan dari para pendukung oposisi. Namun Erdogan sekalipun tak bergeming. Ia ingin menghidupkan kembali kejayaan Islam di Turki, seperti para pendahulunya dulu. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here