Shalat Idul Adha, DMI Ingatkan untuk Patuhi Protokol Kesehatan

96
Ketua DMI, Jusuf Kalla.

Jakarta, Muslim Obsession – Menjalankan protokol kesehatan menjadi syarat mutlak diselenggarakannya Shalat Idul Adha. Hal ini berlaku bagi seluruh masjid di Indonesia.

Demikian dikemukakan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla dalam webinar yang digelar Selasa (28/7/2020). “Protokol itu kita syaratkan agar masjid beroperasi di seluruh Indonesia,” ujar Kalla.

Kalla menjelaskan, protokol kesehatan sebagai standar mencegah penularan Covid-19 di masjid, di antaranya adalah physical distancing dengan menjaga jarak antarjamaah, membawa sajadah sendiri, karpet masjid digulung/tidak dipakai, jamaah mengenakan masker, setiap masjid memiliki tempat cuci tangan, dan lain-lain.

Protokol kesehatan itu, imbuh Kalla, tidak hanya berlaku saat Shalat Id tapi berlaku umum dalam setiap kegiatan ibadah sehari-hari di masjid, termasuk saat Shalat Jumat.

“Ramai atau tidak, protokol agar dipenuhi. Jika diperlukan, shalat dapat dilakukan bergelombang dua kali daripada membeludak, daripada protokol tidak jalan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Kalla juga mengingatkan takmir masjid untuk memperhatikan jamaahnya. Jika terdapat jamaah tidak sehat agar disarankan tak beraktivitas di masjid atau ada di tengah keramaian.

“Kalau pengurus masjid kalau melihat ada jamaah sakit, jangan ke masjid. Jamaah kalau sakit dibantu ke rumah sakit karena masjid tidak bisa menyembuhkan, apalagi kekuatan Covid-19 ini menularnya luar biasa sehingga dengan tindakan perlu jamaah terbebas dari penularan,” katanya.

Selain membahas Shalat Idul Adha, Kalla juga mengimbau agar pemotongan hewan kurban tidak dilakukan di halaman masjid atau tempat umum untuk menekan terjadinya kerumunan.

Ia menyarankan agar penyembelihan kurban dilakukan di tempat yang memungkinkan hanya diikuti peserta yang sedikit, misalnya dilakukan pemotongan sendiri atau di rumah pemotongan hewan. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here