Shalat Idul Adha Bagi Muslim di Inggris Diwarnai Rasa Khawatir

114

London, Muslim Obsession – Umat Islam di Inggris masih ragu untuk melaksanakan shalat Idul Adha. Pasalnya, mereka khawatir dituding sebagai penyebab meningkatkanya kasus Covid-19 di sana, di mana terdapat jutaan umat Muslim yang merayakan Idul Adha.

Anggota komunitas muslim Asia yang tinggal di Inggris mengatakan ada stigma terhadap ras dan agama tertentu yang disalahkan sebagai penyebab peningkatan virus corona yang terjadi, sehingga memicu peningkatan pelecehan rasial dan Islamofobia di dalam negeri.

Melansir Arab News pada Kamis (30/7/2020), kota-kota, seperti Leicester, Blackburn, Luton, dan Oldham, yang memiliki penduduk mayoritas dari Pakistan dan Bangladesh, sehingga menjadi konsentrasi komunitas Asia tinggal, dicatat sebagai daerah-daerah paling miskin di Inggris. Di sisi lain, corona di wilayah itu terjadi peningkatan.

Seorang politisi lokal dan aktivis inklusi komunitas di Blackburn, Saima Afzal, mengatakan kepada Press Association (PA), bahwa Covid-19 cepat menyebar di daerah padat penduduk, karena potensi tinggi terjadinya kontak fisik, seperti dalam rumah perawatan, kapal pesiar, atau kerumunan pesepak bola, yang terlepas dari ras atau agama.

“Orang-orang mendengar, ‘Muslim, virus corona, Niqab, kematian,’ dan Anda akan mulai merasa sedikit cemas karenanya. Orang-orang perlu sedikit lebih berempati, melihat pengalaman dari masalah ras atau agama,” kata Afzal.

Menurut laporan PA, seorang pria muda Asia baru-baru ini dilaporkan telah “menyebarkan penyakit” dan disalahgunakan sebagai cercaan ras saat berbelanja.

Ditambah, para ahli di Inggris mengatakan bahwa Covid-19 menyebar dengan cepat di daerah padat penduduk, keluarga dengan latar belakang Asia Selatan yang tinggal di rumah-rumah kecil dan kota-kota besar yang padat memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran virus corona.

Klaim risiko semakin tinggi, apabila orang asia tersebut diketahui bekerja sebagai petugas kesehatan atau pengemudi bus dan taksi.

Leicester, sebuah kota dengan kepadatan penduduk 330.000 di pusat Inggris, masih dalam kondisi lockdown lokal setelah lonjakan kasus pada bulan ini.

Beberapa kota lain, seperti Oldham, Rochdale, Northampton, dan Peterborough, berada dalam daftar pantauan Public Health England.

Afzal kemudian mengatakan dengan adanya rasialisasi dengan beragam narasi yang menyudutkan orang-orang Asia, lalu stigma agama Islam, membuatnya khawatir dengan akan datangnya perayaan umat Islam, Hari Raya Idul Adha.

“Setiap anggota komunitas ini tidak ingin kasus virus corona meningkat. Sangat disayangkan Idul Adha terjadi di tengah-tengah situasi pandemi. Itu bisa saja Natal,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya penyebaran virus corona bukan didasari alasan rasial atau agama, melainkan adanya kemiskinan, perumahan multigenerasi, serta penyebaran virus corona yang tanpa gejala.

“Saya meminta simpati dan empati, serta tidak menghakimi, kalau tidak kita akan menghadapi masalah besar,” tambahnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here