Setiap Hari 30 Orang Mati karena Narkoba, Adhyaksa Dault Setuju Hukuman Mati

388

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault sedih Indonesia masih menjadi pasar besar bagi peredaran narkoba. Bahkan berdasarkan data yang ia terima, pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 4 juta. Parahnya lagi, 30 orang mati setiap harinya karena barang terlarang ini.

Hal itu diutarakan Adhyaksa usai meneken kerja sama atau nota kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) tentang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) di Hotel Century Jakarta, bersamaan dengan acara Rakorsus Gerakan Pramuka, Jumat (20/7/2018).

“Saya terus terang sedih sekali mendengar paparan dari BNN kalau pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 4 juta, dan setiap hari ada 30 orang mati karena narkoba,” tuturnya.

Adhyaksa mengatakan, daya rusak narkoba sangat tinggi. Barang haram ini bisa membunuh dengan mematikan syaraf-syaraf secara perlahan. Karena itu mantan Ketua Umum KNPI ini sangat setuju pengendar narkoba dihukum mati. Ia juga meminta BNN tak perlu ragu menuntut hukuman mati.

“Ketahanan nasional kita lama-lama bisa semakin lemah kalau pengguna narkoba kita semakin banyak. Ini betul-betul daya rusaknya sangat tinggi. Jadi hukuman mati harus benar-benar tegas dijatuhkan agar ada efek jera,” jelasnya.

Adhyaksa juga berharap pemerintah dan semua pihak mendukung terus BNN dan Kepolisian untuk gencar melakukan pemberantasan narkoba. Ia sampai mengusulkan agar dibentuk kementerian khusus yang fokus menangani persoalan narkotika. Hal ini karena bahaya narkoba begitu besar.

“Jadi saya justru mengusulkan ada kementerian koordinator yang khusus menangani narkoba. Karena tadi sudah disebutkan narkoba ini lebih sadis dari korupsi dan terorisme,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BNN Heru Winarko menyampaikan terima kasih atas dukungan Kwarnas untuk ikut melakukan upaya pencegahan narkoba melalui kerja sama ini. Disadar, untuk melawan narkoba butuh kekuatan besar, karena peredaran bisnis haram ini mencapai triliunan rupiah.

“Banyak yang beranggapan susah melakukan pemberantasan narkoba karena yang dilawan adalah bisnis dengan nilai peredaranya triliunan, melibatkan jaringan internasional. Tapi sedikit pun kita tidak boleh takut dan menyerah,” katanya.

Menurutnya segala upaya harus dilakukan. Selain pemberantasan, BNN gigih melakukan upaya pencegahan dengan melibatkan unsur masyarakat, salah satunya Pramuka. “Kami sampaikan terima kasih atas dukungan dari Kwarnas Gerakan Pramuka. Tanpa disadari Pramuka sudah banyak bekerja dalam pencegahan narkoba,” jelasnya.

“Pencegahan yang dimaksud melalui berbagai kegiatan Pramuka di lapangan yang positif. Hanya saja dengan kerja sama ini nanti perlu difokuskan lagi. Artinya Pramuka bisa menjadi Relawan Antinarkoba,” tandasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here