Setelah Gereja Katedral, Masjid di Filipina Diserang Bom

1413
BOM GRANAT
Ilustrasi: Bom Granat

Manila, Muslim Obsession – Selang beberapa hari usai pemboman Gereja Katedral Katolik, sebuah granat menyasar satu masjid di Zamboanga, Filipina Selatan pada Rabu (30/1/2019). Akibat serangan tersebut dua orang meninggal dunia.

“Sebuah granat dilemparkan ke dalam masjid yang menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya,” kata juru bicara militer regional Letnan Kolonel Gerry Besana seperti dilansir Channel News Asia.

Dua orang korban meninggal dunia dan empat korban luka diketahui tengah tertidur di dalam masjid saat granat meledak di masjid di Pulau Mindanao yang merupakan kawasan mayoritas Muslim.

Serangan terjadi ketika Filipina dalam keadaan siaga tinggi usai pemboman Katedral yang menewaskan 21 orang pada misa Minggu di pulau Jolo yang terpencil dan daerah mayoritas Muslim.

Sebelumnya, ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan di Gereja Katedral. Pihak berwenang Filipina awalnya mengatakan, bom di gereja bukan serangan bunuh diri. Namun Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan salah satu pembom telah meledakkan dirinya di luar katedral.

Besana tak ingin menyimpulkan bahwa ledakan di masjid itu merupakan balasan atas serangan katedral. Hingga kini polisi tengah memburu mereka yang bertanggung jawab.

Serangan granat pada Rabu mendapat kecaman langsung dari pihak berwenang. Pemimpin regional Mujiv Hataman mengatakan, pemboman tersebut merupakan perbuatan pengecut karena menyerang orang-orang yang tengah berdoa.

“Kami menyerukan orang-orang dari semua agama, untuk bersama-sama berdoa untuk perdamaian,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here