Setahun Mualaf, Sarjana Kristen ini Mampu Khatamkan Terjemahan Al-Quran

307
Ilustrasi: Baca Al-Quran (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Parlin Sugianto Panjaitan beruntung pernah mendulang ilmu di sebuah perguruan tinggi Kristen Advent. Dari sini ia belajar banyak tentang kekristenan yang sangat padat. Tak heran jika ia pun cukup memahami isi kandungan Alkitab.

Lebih dari itu, lelaki kelahiran 48 tahun silam ini juga belajar tentang perbandingan agama, dimana Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam menjadi salah satu yang dipelajarinya.

Sejak kecil hingga remaja, iman Kristen Parlin sangat terjaga. Menjadi aktivis gereja dan memiliki budi pekerti yang baik. Rajin ibadah, tak mudah marah, senang menolong orang lain, mudah memaafkan orang dan tidak pernah berpikiran negatif kepada orang lain.

Dan pada saat kuliah, keimanan Parlin makin meninggi. Parlin tak hanya rajin beribadah setiap Sabtu, ia juga terbiasa bangun setiap pagi. Pukul 4.30 pagi, Parlin sudah memegang gitar untuk mendendangkan lagu-lagu pujian.

“Saat itu saya merasa sebagai orang yang sangat dekat dengan Tuhan. Setengah lima itu saat teduh untuk baca Alkitab, baca puji-pujian, main gitar, puji Tuhan begitu,” ungkapnya kepada Muslim Obsession beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Parlin tak lantas berbangga diri. Pasalnya, ia kemudian tahu jika orang Islam justru terbiasa bangun lebih pagi dari dirinya. Mereka bangun pukul empat pagi untuk mendirikan Shalat Subuh. Tidak cuma sekali, bahkan orang Islam beribadah lima kali dalam sehari.

Kekaguman Parlin berlanjut ketika mengetahui ada sebagian orang Islam yang bangun lalu berjalan dari rumahnya menembus gelapnya dini hari menuju masjid dan mushalla. Lebih kagum lagi ketika tahu bahwa ternyata ada yang bangun lebih pagi lagi. Mereka adalah orang-orang yang sengaja bangun untuk mendirikan Shalat Tahajud.

Menurutnya, itu merupakan hal luar biasa, karena mereka lebih mementingkan Tuhan dibandingkan kebutuhan duniawinya.

Semasa kuliah, ada banyak pertanyaan berkecamuk dalam pikirannya seiring ia semakin mengetahui isi Alkitab. Misalnya, ia menemukan perbedaan mendasar antara Kristen dan Islam.

“Dalam Islam, secara tegas disebutkan bahwa Allah adalah Allah, rasul ya rasul. Kok kalau di Nasrani saya pikir-pikir kenapa ada tiga Tuhan? Kok rasul dipanggil Tuhan?” ujar Parlin.

Kendati banyak kejanggalan ditemuinya, namun Parlin tetap memegang teguh imannya sebagai seorang Kristiani. Bahkan, ia pun mengajak seorang perempuan Muslimah memeluk agama Kristen setelah dipersuntingnya menjadi istri.

Meski berasal dari Sumatra Barat yang dikenal taat memegang syariat Islam, diakui Parlin, istrinya bukanlah Muslimah yang taat. Sejak kecil tinggal di ibu kota, Islam hanya tertera sebagai identitas istrinya di Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here