Seskab: Terlalu Banyak Mata Pelajaran Bikin Anak Stres

1091
Ilustrasi anak sekolah belajar di kelas (Foto: jadiberita.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengingatkan, bahwa anak adalah masa depan bangsa, dan pendidikan dan juga keluarga menjadi hal yang utama di dalam tubuh seorang anak.

Untuk itu, selain memberikan pendidikan dan juga perlu mengenalkan anak kepada lingkungannya, keluarga dan pemerintah wajib memberikan ruang kreasi yang seluas-luasnya bagi anak.

“Agar anak tumbuh dengan kegembiraan, keceriaan, keriangan, tetapi tidak kalah penting adalah dia juga mempersiapkan diri untuk menjadi seseorang di kemudian hari,” kata Seskab dalam wawancara menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2019 yang jatuh pada 23 Juli, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, kemarin.

Seskab juga menyarankan, agar mata pelajaran tidak lagi perlu terlalu overload terlalu banyak. Pemerintah harus memikirkan bahwa anak paling utama adalah bisa berkembang sesuai dengan kebutuhannya.

“Seharusnya kita semua belajar bahwa mata pelajaran yang berlebihan tidak membuat anak menjadi semakin pandai, tetapi menjadi beban akhirnya menjadi stres. Sehingga dengan demikian, pemerintah harus merubah pola pendidikan, kemudian juga keluarga harus menyesuaikan,” tutur Seskab melalui siaran pers situs resmi Setkab.

Yang tidak kalah penting adalah, menurut Seskab Pramono Anung, anak harus betul-betul diberikan ruang untuk berkreasi sebanyak mungkin, karena sekarang ini eranya sudah berubah, tantangan zaman sudah berubah, anak juga harus dipersiapkan untuk beradaptasi terhadap perubahan tersebut.

Diakui Seskab, setiap keluarga tentunya mempunyai cara pendekatan yang berbeda-beda. Tetapi, menurut Seskab, secara umum harus ada persamaan bahwa Indonesia sekarang ini sebagai negara yang akan menjadi negara menengah dan mudah-mudahan suatu hari akan menjadi negara besar. Karena itu, lanjut Seskab, anak-anak harus dipersiapkan untuk itu, sehingga dengan demikian pendidikan menjadi penting, agama juga hal yang penting.

“Mengenal lingkungan bahwa Indonesia yang multietnik, multikultur, dan berbeda agama, berbeda bahasa, yang kita diikat dalam ideologi Pancasila itu juga menjadi penting. Tetapi dari semua itu, maka anak harus betul-betul diberikan ruang yang cukup untuk mengenal keluarganya, agamanya, pendidikannya, dan yang tidak kalah penting adalah teknologi itu jangan kemudian menjadi persoalan bagi anak tersebut,” terang Seskab.

Seskab setuju, jangan diberikan kebebasan yang berlebihan terhadap anak. Tetapi ia mengingatkan, juga jangan diberikan hambatan yang berlebihan. Bahwa anak itu perlu mengenal sosial media, mengenal dunia luar itu diakui Seskab, tetapi harus dalam batasan dan harus didampingi oleh orang tua.

“Tetapi juga jangan berikan anak kebebasan untuk semaunya sendiri mengenal sosial media, pasti banyak anak Indonesia yang tidak siap untuk itu. Sehingga dengan demikian, pendampingan oleh keluarga, pendampingan oleh guru, pendampingan oleh lingkungannya terhadap teknologi menjadi hal yang sangat penting sekali,” tutur Pramono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here