Sering Dengar Ceramah Gus Baha dan Cak Nun, Pria Ini Mantap Masuk Islam

170

Jakarta, Muslim Obsession – Hidayah bisa datang kapan saja dan dengan cara apa saja. Jika Allah Ta’ala sudah menghendaki, maka tidak ada yang bisa menghindari.

Demikian yang dialami pria bernama Totok Yulianto (49). Ia kini mantap masuk Islam menjadi seorang mualaf.

Totok dituntun mengucapkan kalimat Syahadat oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj di lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/2) sore.

Prosesi pembacaan ikrar dua kalimat syahadat disaksikan langsung oleh Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani dan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU H Suadi Pranoto. Setelah itu, Kiai Said memberikan tambahan kepada Totok. Kini, namanya menjadi Thoha Totok Yulianto.

Kisah Totok masuk Islam cukup menarik, ketertarikannya terhadap agama yang dibawa Nabi Muhammad Saw ini rupannya berkat kerap mendengarkan ceramah atau taushiyah dari KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), dan Emha Ainun Najib (Cak Nun) di platform media sosial Youtube.

“Saya sering mendengar ceramah atau taushiyah Gus Baha, Gus Muwafiq, dan Cak Nun. Sudah lama. Saya sudah lama mempelajari tentang Islam. Tapi belum tergugah waktu itu. Terus juga saya setiap pagi saya mendengar azan dan sering mendengar cucu saya yang Muslim belajar ngaji. Terus ada keinginan (memeluk Islam) dari situ,” jelas Totok, seperti dikutip NU Online.

Setelah tergugah, Totok lantas melabuhkan pilihannya kepada NU sebagai gerbang awal masuk Islam. Sebab Totok menilai, NU adalah organisasi Islam yang moderat. “Soalnya yang saya lihat, kalau Muslim, organisasi yang paling benar ya NU, adem,” tuturnya.

Ia pun menyampaikan bahwa tokoh agama yang selama ini dijadikan rujukan mengenal Islam adalah Rais Syuriyah Pengurus Ranting NU Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Totok sendiri adalah pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, yang sudah sejak empat tahun lalu berdomisili di Pamulang.

Sementara itu, Rais Syuriyah PRNU Kedaung Ustadz Khudhori menyampaikan bahwa sudah mengenal Totok sejak 2019 silam. Sejak itu, Totok berkeinginan mempelajari Islam dan meminta Ustadz Khudhori untuk membimbingnya.

“Kemudian banyak pertanyaan-pertanyaan yang terkadang sedikit ekstrem. Tapi alhamdulillah kami arahkan, bimbing, dan kami tunjukkan. Beliau (Totok) sangat terkesan. Alhamdulillah dengan saya, beliau merasa nyaman,” katanya.

“Beliau tahu kalau saya aktif di NU. Lalu dia berkeinginan untuk minta diarahkan. (Totok bertanya) mungkin nggak kalau (masuk Islam) di PBNU? (Dijawab) Oh insyaallah saya usahakan. Jadi beliau sendiri yang ingin mualaf di PBNU,” jelas Ustadz Khudhori.

Menurutnya, Totok sudah kerap melihat dan menilai bahwa para kiai di NU memiliki pemahaman Islam yang moderat, tidak ekstrem kanan dan kiri. Karena itulah Totok merasa nyaman dengan Ustadz Khudhori.

“Itu yang membuat saya merasa tenang. Beliau merasa lebih senang bisa ada di gedung (PBNU) ini,” ucap pria yang bergelar Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) ini. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here