Senja untuk Siti (Bagian 4)

271
Ilustrasi Senja. Foto: phinemo.
Ilustrasi Senja. Foto: phinemo.

Muslim Obsession – Suatu siang di taman yang katanya indah itu, entah kenapa aku merasa bahagia ada di sampingnya, sambil bersandar di pundak lelaki yang belakangan rajin mengisi hari-hariku. Lelaki gila ini paling bisa mengarang cerita. Tapi aku tetap protes.

“Mana kupu-kupunya? Katanya di taman ini aku bisa melihat kupu-kupu terbang rendah?” sekali lagi aku menatap mata beningnya, masih sambil bergelayut manja di pundaknya.

Oh Tuhan, aku merasakan keteduhan yang amat sangat pada lelaki ini. Rasa nyaman terasa menjalar hingga batinku.

“Aku sedang dihinggapi salah satu kupu-kupu cantik itu.” Katanya sambil menatap mataku. Aku menjawil pipinya cepat. Dan lelaki itu mengaduh pelan.

Selepas pertemuan itu, aku merasakan hal berbeda antara lelaki gila ini dengan Jimy. Lelaki gila ini romantis dan aku merasa senang berada di dekatnya. Selalu. Aku merasakan keteduahan itu.

“Nanti malam akan aku beri tahu satu rahasia itu kepadamu,” matanya memandang tasik buatan di depan kami. Akhirnya janji itu baru dia tepati sekarang.

“Kenapa mesti nanti malam? Kau sengaja membuatku penasaran?”

“Tidak. Memang waktunya mesti nanti malam. Aku akan mengatakannya. Janji!”

“Tentang?”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here