Senja di Teluk Penyu (Bagian 3. Habis)

169
Ilustrasi Senja. Foto: phinemo.
Ilustrasi Senja. Foto: phinemo.

Muslim Obsession – Aku ada di sampingnya, menghibur gadis itu sampai dia mampu berdiri kembali. Aku menjadi temannya, seringkali malah berpura-pura menyamar sebagai pelanggan demi agar dia bisa kabur semalaman dari rumah yang setiap malam selalu berganti-ganti lelaki yang datang itu.

Pertemananku dengan Wulan sungguh tulus, aku hanya ingin menemani kesendiriannya. Namun keluargaku tidak bisa melihat hal itu. Yang mereka tahu hanyalah aku bergaul dengan seorang pelacur.

Lebih menyakitkan lagi, keluarga calon istriku sontak membatalkan rencana pernikahanku dengan Kirana yang tinggal menghitung minggu. Kirana tidak rela aku menjadi kawan dekat Wulan.

“Kamu kawin saja dengan pelacur itu Mas!” bentak Kirana di ruang tamu rumahnya. Aku diam mendengarkan keluhannya, ditambah amarah orangtuanya yang tak terbendung.

“Kamu pilih anakku atau pelacur itu!” ancam bapaknya. Aku termenung, jelas aku memilih Kirana. Kami sudah sampai pada tahap pertunangan, mana mungkin aku lepaskan dia.

Namun meski kukatakan ribuan kali bahwa Wulan hanyalah teman yang perlu ditolong, Kirana tak akan mau mengerti. Dia hanya tahu bahwa Wulan seorang pelacur.

“Meskipun kamu memilihku, aku tidak sudi menikah denganmu Mas! Siapa menjamin kalau kamu belum tidur dengan pelacur itu!” tuding Kirana dengan mata nyalang seakan siap menerkamku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here