Senat Prancis Larang Orangtua Murid Pakai Hijab Saat Acara Sekolah

146
Wanita Prancis (Foto: Daily Sabah)

Paris, Muslim Obsession – Senat Prancis menyetujui rancangan undang-undang tentang kewajiban melepas hijab bagi orangtua murid saat menemani anak-anaknya dalam acara sekolah.

Masalah ini rupanya memanas dalam beberapa pekan terakhir sejak politisi sayap kanan keberatan dengan seorang ibu mengenakan hijab saat menemani perjalanan sekolah menuju pertemuan majelis regional.

Dilansir Daily Sabah, Kamis (31/10/2019) peraturan itu terjadi sehari setelah dua pria tua terluka parah dalam serangan penembakan di sebuah masjid di selatan kota Bayonne. Meski demikian, RUU ini juga harus disetujui oleh Majelis Nasional.

Tetapi sebagai partai yang berkuasa, Republic on the Move – yang memiliki mayoritas dalam majelis nasional – menentang RUU tersebut, jadi kecil kemungkinan RUU itu akan disetujui.

Untuk diketahui, Prancis memiliki minoritas Muslim terbesar di Eropa, diperkirakan 5 persen atau lebih dari populasi 67 juta. Tempat agama dan simbol-simbol agama yang dipakai di depan umum bisa menjadi masalah kontroversi di negara tersebut.

Selama bertahun-tahun, kelompok-kelompok hak asasi manusia berpendapat bahwa hukum sekuler Perancis menumbuhkan Islamofobia dan mendiskriminasi perempuan Muslim.

Perancis melarang anak-anak sekolah dari mengenakan pakaian atau lambang agama yang berbeda pada tahun 2004, setelah kontroversi tentang anak-anak sekolah Muslim mengenakan hijab.

Perancis adalah negara pertama di Eropa yang melarang burqa dan niqab, di tempat-tempat umum pada tahun 2010. Pada tahun 2014, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa menegakkan larangan tersebut tetapi mengatakan undang-undang tersebut dapat tampak berlebihan dan mendorong stereotip.

Prancis juga terlibat dalam pertikaian tentang pelarangan burkini, pakaian renang Islami seluruh tubuh, di resor di sekitar Riviera. Sejak itu, Muslim Prancis memiliki keprihatinan yang semakin besar, mengatakan bahwa keputusan yang diambil oleh beberapa otoritas kota untuk melarang burkini dapat mengarah pada stigmatisasi lebih lanjut terhadap umat Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here