Sembilan Fakta Masjid Shah Jahan

726
Masjid Shah Jahan di Woking, London

Muslim Obsession – Masjid Shah Jahan di Woking, Inggris, menjadi masjid pertama di Inggris yang terdaftar sebagai Grade I oleh pemerintah negara tersebut.

Langkah tersebut artinya mengakui pentingnya sejarah, arsitektur dan budaya masjid yang luar biasa. Masjid kini ditempatkan pada pijakan yang sama dengan monumen bersejarah Inggris lainnya, termasuk Istana Buckingham.

Inilah sembilan fakta menakjubkan tentang Masjid Shah Jahan, yang awalnya kurang dikenal, kini bagaikan bintang di atas panggung internasional.

1. Masjid pertama yang dibangun di Inggris 

Sebelum tahun 1889, tidak ada satu ruangan pun yang dibangun secara khusus untuk berfungsi sebagai masjid di Inggris.

2. Dibangun oleh seorang Yahudi

Dr Gottlieb Wilhelm Leitner adalah seorang ahli bahasa Hungaria-Yahudi yang menghabiskan hidupnya bertahun-tahun di India. Dia membangun masjid Shah Jahan sebagai bagian dari Oriental Institute-nya di kota Woking.

Dr Leitner lahir sebagai seorang Yahudi. Namun dia menempatkan diri sebagai “Anglikan” (Kristen) saat naturalisasi Inggris. Namun, ia juga belajar Islam secara ekstensif, sehingga menimbulkan klaim bahwa mungkin dia telah menjadi seorang Muslim.

3. Nama Shah Jahan diambil dari nama penguasa India

Sultan Shah Jahan Begum, penguasa Bhopal, India, mendukung pembangunan masjid tersebut dengan kontribusi £ 5.000 terhadap biaya konstruksi. Atas jasanya itu, masjid tersebut diberi nama Masjid Shah Jahan.

4. Arah Kiblat ditentukan oleh seorang kapten kapal

Menurut sebuah laporan surat kabar 1889, seorang kapten perusahaan pelayaran dan logistik Inggris mengunjungi lokasi di Woking antara pukul 16:00 dan 18:00. Hal ini ia lakukan untuk menentukan arah kiblat yang benar. Juga memastikan bahwa mihrab masjid diselaraskan dengan benar menuju kota suci Makkah.

5. Rumah bagi tokoh Muslim dunia  

Masjid Shah Jahan telah menjadi rumah bagi tokoh-tokoh muslim terkenal. Di antara mereka adalah Rowland George Allanson Allanson-Winn, Baron Headley dari Agadhoe, dan Marmaduke Pickthall, penerjemah bahasa Inggris Al-Quran yang paling terkenal di dunia.

Ia lebih dikenal sebagai Lord Headley, orang pertama yang memainkan peran penting dalam memajukan Islam di Inggris. Ia melakukan haji pada tahun 1923. Pickthall sering menjadi imam di Masjid Shah Jahan.

6. Dikunjungi oleh pemimpin-pemimpin Muslim terkemuka

Di antara mereka adalah Sultan Jahan Begum (1925); Pangeran Mahkota Saudi Amir Saud (1935); Kaisar Abyssinia, Kaisar Haile Selassie (1936); Muhammad Ali Jinnah, pendiri Pakistan (1932), Agha Khan, Sir Muhammad Shah (1957); dan Duke of Kent, Pangeran Edward (2003).

7. Diusulkan dengan nama “Pakistan” 

Konon, serangkaian pertemuan yang dimulai pada musim panas 1936 di masjid tersebut, yang diketuai oleh tokoh-tokoh terkemuka seperti Choudhry Rehmat Ali, menyebabkan usulan nama “Pakistan”.

Nama itu dikatakan sebagai kombinasi dari kata “pak”, yang berarti “murni”, dan “stan”, yang berarti “tanah” atau secara keseluruhan artinya tanah yang murni atau suci.

8. Menjadi rumah penerbitan majalah Muslim 

Pada bulan Februari 1913, majalah Muslim India dan Islamic Review diterbitkan di masjid tersebut. Majalah tersebut terus dipublikasikan hingga tahun 1980-an.

Masjid tersebut juga merupakan rumah bagi Perpustakaan Muslim Basheer dan Woking Muslim Literary Trust, yang keduanya juga menerbitkan literatur Islam.

9. Berada di wilayah strategis dan bersejarah 

Woking merupakan rumah bagi situs pemakaman pertama tentara Muslim, yang sekarang dikenal sebagai Peace Gardens. Juga sebagai situs pemakaman Muslim pertama di negara Inggris.

Menariknya, di dekat sana, di pemakaman Brookwood merupakan tempat Lord Headley dan Pickthall dimakamkan. (Vina – Sumber: mysalaam.com)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here