“Selamat Jalan, Didi Kempot…”

361
Husnan Bey Fananie dan almarhum Didi Kempot. (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Wafatnya maestro Campursari Didi Kempot menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Tak hanya yang tinggal di Tanah Air, tapi juga masyarakat Indonesia di luar negeri.

Salah seorang yang mengaku kehilangan dengan meninggalnya ‘Lord Didi’ adalah Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Azerbaijan, Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, MA.

Kepada Muslim Obsession melalui voice note, Rabu (6/5/2020), Husnan mengaku sempat bertemu dengan almarhum Didi Kempot. Pertemuan itu menjadi yang pertama sekaligus terakhir bagi keduanya.

“Kami bertemu di Bandara Adi Soemarmo Solo. Saat itu saya hendak kembali ke Jakarta setelah menengok putri saya yang nyantri di Pondok Modern Gontor Putri di Mantingan,” ujar Husnan yang juga merupakan cucu Tri Murti pendiri Pondok Modern Gontor itu.

Husnan menuturkan, mereka bertemu di sebuah restoran bandara dan terlibat perbincangan santai namun cukup asyik. Terlebih ketika mengetahui keduanya sama-sama akan menaiki pesawat yang sama.

Husnan yang memperkenalkan dirinya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan menginformasikan kepada Didi Kempot bahwa KBRI di Azerbaijan sering menggelar acara festival seni dan budaya untuk mengenalkan Indonesia kepada publik internasional.

Ia bahkan menawarkan Didi Kempot untuk datang dan mengisi acara Indonesian Culture Festival (IFC) yang setiap tahun digelar di Baku. Tawaran yang disambut dengan hangat oleh Didi Kempot.

“Saya melihat Didi Kempot adalah sosok yang sangat ramah dan menghargai orang lain,” sambung Husnan.

Tak hanya kepada dirinya, Didi Kempot selalu terlihat hangat menyapa para penggemar yang mendatanginya, baik sekadar menyapa maupun meminta foto bersama. Kejadian ini Husnan saksikan baik ketika di Bandara Adi Soemarmo maupun Bandara Halim Perdanakusumah.

“Namun yang membuat saya sangat kaget yaitu ketika tiba-tiba Didi Kempot bilang, ‘Pak Dubes, saya ingin foto dengan Pak Dubes’. Wah, tawaran luar biasa dari Sang Maestro yang saya kagumi. Langsung saya iyakan dan itulah momentum kebersamaan yang sempat saya abadikan,” ungkap Husnan.

“Dan, itulah perjumpaan pertama dan terakhir saya dengan Didi Kempot, seorang seniman bahkan maestro Campursari. Saya sangat ngefans sekali dengan beliau,” sambungnya.

Husnan mengaku beberapa kali membawakan lagu Didi Kempot pada acara ICF di Azerbaijan diiringi band yang dipimpinnya di KBRI Baku-Azerbaijan.

“Selamat jalan, Mas Didi Kempot. Semoga Allah menerima dan menempatkan Mas Didi Kempot di tempat yang paling baik. Saya tahu Anda adalah seorang seniman yang ikhlas menghibur seluruh masyarakat Indonesia dan menjadikan Indonesia terkenal di mancanegara. Saya turut berbelasungkawa kepada keluarga besar Didi Kempot, semoga semuanya tetap sehat wal afiat, bersabar dan tabahlah. Sekali lagi, selamat jalan Mas Didi Kempot,” tutup Husnan. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here