Sekolah di Turki Ajarkan Siswanya Bahasa Uighur

624
Miles-from-Home-Uighur-Children-Learn-Forbidden-Language--1024x610
Anak-anak Muslim Uighur belajar di sekolah.

Istanbul, Muslim Obsession – Meski ribuan mil jarak antara Istanbul dan Xinjiang, Shkur Abliz salah satu siswa di pusat bahasa Tangnuri di Istanbul, bersyukur mendapat kesempatan untuk mempelajari bahasa Uighur di sekolahnya.

“Selain itu, kami juga belajar adat istiadat dan tradisi Uighur, seperti menghormati para tetua, hari libur Islam dan bagaimana cara memberi hormat,” kata Shkur, yang pergi ke sekolah Turki pada sore hari, seperti dilansir About Islam, Selasa (27/11/2018).

Asya Abliz, ibu dari bocah laki-laki berusia delapan tahun itu, bertekad untuk mempertahankan sebanyak mungkin identitas anaknya sebagai Uighur. Meskipun ia tumbuh di negara asing setelah melarikan diri dari China.

“Aku ingin membesarkan kedua putraku sebagai Uighur,” kata Asya.

“Aku juga ingin mengajari anak-anak bahasa Uighur. Karena, di Turkestan Timur (wilayah otonomi Xinjiang Uighur), bahasanya dilarang. Maka satu-satunya harapan kami adalah didiaspora,” sambungnya.

Keluarga Asya melarikan diri dari China lima tahun lalu. Mereka berasal dari Karamay, sebuah kota kaya minyak di Xinjiang, pusat dari minoritas Muslim Uighur China yang tengah mengalami penindasan.

Migrasi Uighur ke Turki berlangsung beberapa dekade. Orang-orang Uighur dapat mudah ditemukan di Istanbul dan pusat kota Kaiseri.

Karenanya, pendidikan bahasa ini juga membantu para migran Uighur, yang berbicara bahasa Turki berintegrasi dengan sistem penulisan yang berasal dari Arab, sambil terus mempertahankan beberapa tradisi dan bahasa mereka.

Beberapa Sekolah di Turki juga menerima anak-anak yang orangtuanya di Xinjiang. Mereka menerima anak-anak dari usia enam tahun dan mendidik mereka sampai lulus. Sejumlah sekolah seperti Tangnuri bahkan menerbitkan buku-buku teks Uighur mereka sendiri. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here