Sekolah di Inggris Cabut Larangan Jilbab untuk Anak di Bawah 8 Tahun

607

Inggris, Muslim Obsession – Sekolah dasar St. Stephen di Newham, London Timur, sempat mengusulkan larangan jilbab dan puasa untuk anak di bawah usia 8 tahun. Dengan harapan, membantu anak-anak merasa lebih terintegrasi.

Sekolah dasar terbaik di Inggris tersebut, kini telah mencabut larangan tersebut. Seperti diberitakan laman The Sun pada Ahad (21/1/2018).

Awalnya, sejumlah pihak sekolah dasar itu berharap larangan tersebut akan membantu anak-anak yang lebih muda merasa lebih terintegrasi dengan teman sekelas mereka.

Namun, larangan tersebut mendapat reaksi keras dari masyarakat. Mereka mengatakan, sekolah tersebut membatasi kebebasan beragama.

Ketua badan pemerintahan, Arif Qawi, yang mendukung pelarangan tersebut, telah mengundurkan diri karena masalah ini. Ia juga adalah orang yang mengusulkan pendapat larangan puasa Ramadhan selama hari sekolah.

Dalam sebuah pernyataan di situs mereka, sekolah tersebut mengatakan, “Kebijakan seragam di sekolah didasarkan pada kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan anak-anak kita.”

“Pihak sekolah telah mengambil keputusan untuk membuat perubahan pada kebijakan ini dengan segera. Hal ini adalah hasil percakapan kami dengan komunitas sekolah.” tulis mereka.

Aturan tersebut berlaku untuk semua anak di bawah usia delapan tahun.

“Kami akan bekerja sama dengan komunitas sekolah kami untuk terus meninjau kebijakan ini demi kepentingan terbaik anak-anak kami.”

Sebuah kabar mengejutkan tentang pengunduran diri Qawi beredar di kalangan orang tua. Namun, kepala sekolah, Neena Lall, yang juga mendukung pelarangan tersebut, tetap berada di sekolah.

Menurut survei terhadap sekitar 800 sekolah dasar negeri, hampir seperlima sekolah di Inggris mencantumkan jilbab sebagai bagian dari kebijakan seragam untuk anak-anak berusia 4 tahun sampai 11 tahun. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here