Sejarah Makam Raja-Raja Jawa di Imogiri

167

Jakarta, Muslim Obsession – Baru kali ini setelah diguyur hujan lebat kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta, longsor. Pihak kesultanan Yogyakarta langsung bergerak melakukan langkah-langkah taktis untuk memperbaiki area makam, agar bentuk sejarah dari raja-raja pendahulu Mataram tidak hilang.

Yang tergerus longsor adalah bagian halaman calon makam Sultan Hamengkubuwana (HB) X, seluas sekitar 25 meter persegi. Selain itu, sisi barat bagian dari situ juga terlihat retakan yang cukup lebar dan berpotensi runtuh, jika tidak cepat diperbaiki. Kompleks pemakaman bersejarah ini memang rawan runtuh lantaran terletak di atas perbukitan.

Area pemakaman ini, termasuk raja-raja era Kraton Yogyakarta dan Surakarta, sejatinya punya sejarah panjang. Makam ini dibangun sejak masa Sultan Agung, pemimpin terbesar Kesultanan Mataram Islam. Hal ini dijelaskan dalam buku Jejak Masa Lalu: Sejuta Warisan Budaya (2004) suntingan Arwan Tuti Artha dan ‎Heddy Shri Ahimsa Putra.

Dalam buku itu diceritakan makam raja-raja Mataram yang berada di puncak bukit dibangun atas gagasan Sultan Agung (1613-1645). Bukit ini dinamakan Pajimatan Girirejo, terletak di Bantul, arah selatan Kota Yogyakarta, tak jauh dari pantai selatan. Pembangunan kompleks makam raja-raja di Imogiri ini dimulai pada 1632, atau memasuki dekade kedua era Sultan Agung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here