Sejarah Ashura, ‘Dessert’ Tradisional Turki yang Dihidangkan pada 10 Muharam

328
Ashura (Foto: Daily Sabah)

Ankara, Muslim Obsession – Ashura, makanan penutup atau dessert tradisional yang mengandung sereal dan kacang-kacangan kering yang dimasak dalam kapal besar, telah menjadi ritual yang diilhami oleh narasi keagamaan.

Di masa lalu, ashura digunakan untuk dimasak pada Muharram 9, bulan pertama dari kalender Islam dan ditawarkan kepada orang-orang Istanbul pada 10 Muharram. Sünbül Efendi Dervish Lodge dikenal sebagai “Karbala Istanbul” sebagai kuburan Fatima dan Sakinah, anak perempuan cucu Nabi Muhammad, Hussein, yang bertetangga dengan pondok itu.

Sejak penaklukan Istanbul, pengajian dan doa telah dilakukan untuk mengenang para martir Karbala dan Husain bin Ali. Sünbül Sinan Dervish Lodge adalah salah satu pondok tertua di Istanbul dan dianggap sebagai yang sentral, sehingga ashura pertama dimasak di sana.

Upacara memasak disertai dengan doa dan nyanyian pujian. Setelah makanan penutup diistirahatkan selama satu hari, makanan itu dibagikan kepada orang-orang. Tradisi itu berlangsung sekitar lima abad pada masa pemerintahan Kekaisaran Ottoman.

Dengan munculnya hukum yang memerintahkan penghapusan pondok-pondok dan pertapaan pada tahun 1925 di Republik Turki, tradisi mengalami selang waktu. Kemudian dihidupkan kembali melalui upaya Yayasan Human dan İrfan.

Yayasan ini telah menjangkau orang-orang tua yang menyaksikan saat-saat ashura dimasak. Menurut informasi yang dihimpun, yayasan dengan cermat melakukan setiap langkah ritual mulai dari mencuci sereal hingga doa sambil melemparkannya ke dalam bejana besar, mulai dari apa yang dipakai saat memasak hingga nyanyian pujian dan eulogi untuk dilafalkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here