Sebut Wanita Bercadar Seperti Perampok Bank, Boris Johnson Panen Hujatan

Sebut Wanita Bercadar Seperti Perampok Bank, Boris Johnson Panen Hujatan

Inggris, Muslim Obsession - Perdana Menteri Kerajaan Inggris Theresa May mendukung panggilan untuk Boris Johnson agar dirinya meminta maaf kepada publik. Pasalnya, Mantan Menteri Luar Negeri tersebut dinilai telah melecehkan wanita Muslim.

Kontroversi itu bermula dari sepotong tulisan yang dibuat Johnson untuk Daily Telegraph, Senin (6/7/2018) mengenai "Apakah pakaian Muslim harus dilarang?". Di mana dia menentang mengikuti jejak Denmark dalam melarang burqa.

Tapi di lain sisi dia mengibaratkan para wanita yang mengenakan burqa seperti sebuah 'kotak surat' dan 'perampok bank'.

Komentar Johnson tersebut kemudian memicu kritik dan hujatan dari kelompok-kelompok Muslim dan sesama politisi, termasuk beberapa konservatif termasuk ketua Partai Brandon Lewis.

[caption id="attachment_12692" align="aligncenter" width="1600"] Brandon Lewis[/caption]

Pada Selasa (7/8/2018) dia meminta Johnson untuk segera meminta maaf kepada khalayak. Baroness Warsi, Menteri Kabinet Muslim pertama sekaligus mantan wakil ketua partai Tory, mengatakan bahwa Johnson menggunakan masalah ini sebagai sepakbola politik untuk mendongkrak peringkat pollingnya.

"Beberapa istilah yang digunakan Boris untuk menggambarkan penampilan orang jelas telah menyinggung perasaan. Jadi saya setuju dengan Brandon Lewis," kata Theresa, seperti dilansir Sky News, Rabu (8/8/2018).

"Yang penting adalah kami percaya bahwa setiap orang memiliki hak untuk mempraktekkan agama mereka masing-masing. Tidak terkecuali wanita Muslim yang mengenakan niqab atau burqa," pungkas Theresa. (Vina)



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group