Sebut Nabi Muhammad Sesat, Evie Effendi Tak Layak Disebut Ustadz

127

Jakarta, Muslim Obsession – Ada orang yang mengaku ustadz bernama Evie Effendi. Dia sudah lama disorot publik karena pernyataanya yang dianggap menghina Islam. Pasalnya, dalam video yang beredar Evie menyebut baginda Nabi Muhammad Saw sesat.

Tentu pernyataan Evie ini di luar nalar dan keluar dari keilmuan Islam, sekaligus sesat menyesatkan. Bagaimana mugkin seorang yang mengaku ustadz menyebut Nabi Muhammad sesat. Padahal Nabi adalah kekasih Allah, orang yang mulia. Maka Evie sejatinya tak layak disebut ustadz.

Evie banyak disebut tak pandai baca Al-Quran. Tapi dengan seenaknya menafsirkan surat Ad-Dhuha ayat ke-7 dengan semuanya sendiri. Sampai akhirnya dia menyebut Nabi Muhammad sesat.

“Setiap orang itu sesat, awalnya. Muhammad termasuk. Maka, kalau ada yang Mauludan, ini memperingati apa ini? Memperingati kesesatan Muhammad?” kata Evie.

Habib Husein Ja’far Hadar. Pemuka agama sekaligus penulis bertema keislaman jebolan ilmu tafsir UIN ini pun turut mengomentari pernyataan Evie. Ia mengungkapkan pandangan pribadinya melalui kanal Youtube pribadi.

Menurut Habib Husein Ja’far Hadar, ada tiga hal mendasar yang patut dikoreksi dari ceramah tersebut. Pertama, Evie Effendi hanya memahami Al-Quran secara harfiah dan bermodalkan terjemahan.

Padahal Al-Quran memiliki kedalaman dan keluasan makna. Oleh karena itu, terjemahan dalam Al-Quran memungkinkan terjadinya salah tafsir dan pengertian.

Hal ini pula yang dikhawatirkan oleh Quraish Shihab tentang terjemahan kitab suci. Padahal, memahami Al-Quran tidak cukup hanya dengan pemahaman bahasa, tetapi juga dengan ilmu tafsir, ilmu sejarah, ilmu hadits, dan ilmu lainnya.

Kesalahan kedua, niatan dan tujuan Evie Effendi. Menurut Habib Husein, ajakan untuk tidak merayakan maulid Nabi oleh Evie Effendi tidaklah patut. Pasalnya, berdakwah bukanlah untuk mendiskreditkan pandangan dari orang yang menganut pendapat, pandangan, ataupun mazhab yang berbeda.

“Dakwah pada dasarnya adalah merangkul, bukan memukul. Ketika kita memiliki niat berdakwah, maka kita harus memiliki kejernihan pikiran dan kebersihan hati sehingga akan terdapat kelurusan niat,” ujarnya.

Kesalan terakhir sekaligus yang paling utama adalah tidak adanya paradigma tentang keagungan Nabi Muhammad. Menurut Habib Husein, setiap muslim harus percaya bahwa Nabi Muhammad adalah nabi yang agung.

Oleh karena itu, iman mereka tidak akan goyah ketika menemukan teks, buku, ataupun hadits yang “mengindikasikan” bahwa Nabi Muhammad Saw tidaklah agung.

Padahal, di Al-Quran sendiri ada banyak ayat yang menggambarkan tentang keagungan Nabi Muhammad. Bahkan, Nabi Muhammad diutamakan sebagai nabi yang paling agung dan diutus untuk seluruh umat manusia.

Selain baca Al-Quran yang kerap salah, Evie juga buta sejarah, tidak paham sejarah. Ia tidak bisa menunjuka dimana letak kesesatan yang dilakukan Nabi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here