Seberangi Lautan, Dai Parmusi Palu Tebar Hewan Qurban di Pedalaman

258
Tim Dai Parmusi harus menyeberangi lautan untuk memotong hewan qurban dan mendistribusikan dagingnya ke wilayah pedalaman di Sulawesi Tengah. (Foto: Istimewa)

Palu, Muslim Obsession“Alhamdulillaah, semalam kami tiba dari pedalaman Dusun Awesang setelah menyeberangi lautan. Jaringan kurang bagus di sana, jadi belum bisa kirimkan data-datanya”.

Pesan WhatsApp tersebut diterima Ahad (25/7/2021) ba’da Subuh. Ustadz Muhammad Afdhal Zainal mengirimkan pesan tak lama setelah ia dan tim Dai Parmusi tiba kembali di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Selain Ustadz Afdhal, anggota tim Dai Parmusi lainnya adalah Ustadz Arief Zakman Shaleh (Rumah Sehat Berkah AA), Ustadzah Asnidar Zainal Asikin, Ustadz Muhammad Nur Asikin, Ustadz Wildan Kurniawan, dan relawan lainnya.

“Alhamdulillah, 3 ekor sapi dan 8 ekor kambing yang dipercayakan dan dikoordinir langsung Dai-Dai Parmusi Kota Palu telah selesai didistribusikan secara merata kepada saudara-saudara kita yang terdmpak PPKM sejak hari pertama hingga hari Tasyrik ke-3,” ungkap Ustadz Afdhal.

Pada hari pertama, sambungnya, tim melaksanakan penyembelihan 6 ekor kambing yang didistribusikan ke wilayah Lingkungan Kawatuna, Kec. Mantikukore, Palu-Sulteng. Di hari pertama ini sebanyak lebih dari 80 paket daging hewan qurban diterima warga.

Di hari kedua, para Dai Parmusi memotong 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang kemudian didistribusikan ke wilayah Pegunungan Dusun Salena, Kel. Buluri, Kec. Ulujadi, Palu-Sulteng. Jumlah paket yang dibagikan sekitar lebih dari 170 paket daging hewan qurban.

“Nah, di hari ketiga, kami berangkat menuju Pantai Barat mengunakan kapal. Perlu sekitar 1 jam perjalanan dengan menyeberangi lautan menuju Desa Pomolulu, Dusun Awesang, Kec. Balaesang Tanjunga, Kabupaten Donggala. Ada sekitar lebih dari 300 paket daging hewan qurban yang dibagikan di sana dari 2 ekor sapi yang dipotong,” jelas Ustadz Afdhal yang saat ini juga mengelola Yayasan Save BMQ (Berkah Mutiara Qolbu) tersebut.

Ia mengatakan, ada sejumlah kategori penerima manfaat dari program “Berbagai Daging Qurban Bersama Parmusi 1442 H di Tengah PPKM”, di antaranya masyarakat miskin dan dhuafa, anak-anak yatim-piatu, panti asuhan, pegawai Syara’, para janda, referensi para pequrban, muallaf dan du’afa yang terdata, serta panitia dan relawan.

Ustadz Afdhal menerangkan, hakikat qurban Iduladha adalah agar manusia kembali kepada tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah Ta’ala, karena hakikatnya manusia dan jin tidaklah diciptakan kecuali untuk beribadah.

“Sebagaimana ujian Allah Ta’ala kepada Nabi Ibrahim ‘alahissalam, hikmah dari segala peistiwa qurban tidak lain tidak bukan adalah untuk memperoleh ridha Allah melalui ibadah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah Allah. Namun, tidak sekadar ibadah, kita harus ikhlas dalam menjalankan setiap perintah Allah Ta’ala,” cetusnya.

Serbagaimana arti kata qurban yang bermakna qarib atau dekat kepada Allah, jelasnya, maka hakikat kurban adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan Ibadah Qurban dan Berbagi Kepada Sesama.

“Terima kasih banyak tak terhingga kepada seluruh tim dan pequrban yang ikut andil bagian dalam kegiatan peduli sesama ini. Semoga apa yang kita qurbankan dan Infaqkan diterima dan mendapatkan balasan dari Allah Ta’ala, baik di dunia maupun di akhirat kelak,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here