Sebelum Ramadhan, Arab Saudi Gelar Tradisi Sha’abanah

835
Tradisi Sha'abanah di Arab Saudi (Foto: Arabnews)

Jeddah, Muslim Obsession –  Sebelum memasuki bulan Ramadhan, sejumlah daerah memiliki tradisi dan kebiasaan unik. Di Arab Saudi, khususnya di wilayah Hijaz, masyarakat di sana kerap menggelar tradisi Sha’abanah menandai akhir bulan Sya’ban.

Dalam tradisi itu, teman-teman dan keluarga pergi keluar untuk tur kelompok, bermain permainan populer, makan berbagai makanan dan menghibur diri sebelum mereka siap untuk mencurahkan waktu Ramadhan mereka untuk beribadah kepada Allah.

Tradisi ini tidak jelas kapan dimulainya. Tapi, sejarawan meyakini tradisi tersebut telah dirayakan selama hampir satu abad. Sha’abanah sendiri berasal dari bulan di mana tradisi itu dilakukan, yaitu bulan Sya’ban.

Menteri berkuasa penuh di Kementerian Luar Negeri, Abdullah Kurdi, mengatakan tradisi Sha’abanah ini dapat dipraktekkan di mana saja. Namun orang Hijazi, yang tinggal di sepanjang jalan dari Taif melalui Mekkah dan Jeddah ke Madinah, mewarisi tradisi tersebut.

“Keluarga di salah satu kota ini bertukar kunjungan dengan keluarga mereka yang tinggal di kota lain,” kata Kurdi seperti dilansir Arabnews, Kamis (17/5/2018).

Dia mengatakan bahwa karena Taif jaraknya lebih dari 400 kilometer dari Madinah, dan di masa lalu khawatir keluarga diserang atau tersesat, maka keluarga akan melakukan perjalanan bersama. Kegiatan itu kini telah menjadi bagian dari tradisi.

“Selama perjalanan mereka, mereka berhenti di gunung atau di bawah pohon untuk menyiapkan makanan mereka dan minum minuman panas sesudahnya. Mereka menikmati pertemuan mereka di mana pria menunjukkan keterampilan memasak mereka, sementara wanita diperlakukan seperti ratu, ”ungkapnya.

Setelah Sya’ban, pria di empat kota sering menjauh dari keluarga mereka selama apa yang mereka sebut “musim”, mengacu pada periode dari Ramadhan ke Haji (bulan ke-12).

“Musim ini adalah kesempatan bagi semua pedagang, pekerja, dan bahkan orang-orang biasa di wilayah Hijaz untuk sibuk bekerja selama Haji. Ini mungkin membenarkan kebutuhan mereka untuk jangka waktu kehilangan diri dan keluarga mereka dalam kenikmatan,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Supervisor Administrasi Umum untuk Perpustakaan Umum di Kementerian Kebudayaan dan Informasi, Faisal Marghalani, mengatakan bahwa keluarga yang tinggal di Hijaz mempraktekkan sejumlah tradisi ini sebelum Ramadhan dimulai.

“Keluarga di sana menikmati pesta atau pertemuan lain yang hidup, dengan makanan,” kata Marghalani.

Beberapa ahli percaya bahwa Ramadhan tidak boleh didahului oleh kegiatan semacam itu. Namun, Profesor yurisprudensi Islam di Universitas Qassim, Sheikh Dr Khaled Al-Muslih, mengatakan dalam salah satu program fatwanya di saluran TV satelit Daleel yang mempraktekkan Sha’abanah diperbolehkan selama tidak ada kesalahan yang dilakukan.

Sha’abanah dipraktekkan di dalam dan di luar Arab Saudi, di mana keluarga berkumpul untuk malam atau bahkan lebih. Sudah menjadi kebiasaan. Bea cukai diizinkan dalam Islam kecuali dikaitkan dengan ibadah,” kata Al-Maslih. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here