Sebagian Rakyat AS Percaya Bill Gates Implan Microchip Lewat Vaksin Corona

250
Bill Gates (Foto: AFP/Getty)

Muslim Obsession – Cerita tentang Bill Gates dan teori konspirasi mengemuka sejak virus Corona mulai meluas. Teori konspirasi muncul setelah pakar konservatif mengaitkan sejumlah tindakan dan pernyataan Gates beberapa tahun silam terkait dengan pandemi.

Pada 2015, Bill Gates pernah berpidato di TED dengan mengangkat judul “Wabah berikutnya? Kami belum siap”. Ketika itu Gates mencontohkan wabah ebola yang menewaskan ribuan orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Gates pun menyoroti faktor-faktor pencegahan penyebaran penyakit di seluruh dunia dan memperingatkan potensi pandemi di seluruh dunia yang jauh lebih menular.

Teori konspirasi itu terus membumbung dengan Gates sebagai tokoh utamanya, dimana ia dipercaya menggunakan vaksin virus Corona untuk mengimplan microchip.

Teranyar, Yahoo News dan YouGov menyebut sebanyak 44% pemilih Partai Republik di Amerika percaya hal itu adalah kebenaran.

Survei ini juga menemukan bahwa 26% Republican tidak percaya mengenai kabar tersebut, sementara sisanya masih belum dapat menentukan, sebagaimana melansir Business Insider. Untuk pemungutan suara ini, YouGov membuat interview online kepada 1.640 dewasa di Amerika Serikat antara 20-21 Mei 2020 dengan margin of error sebesar 3%.

Survei ini memaparkan tidak semua orang percaya pada teori konspirasi tersebut. 45% responden independen mengatakan tidak percaya akan teori konspirasi soal Bill Gates dan vaksin.

Di Australia sekelompok anak muda percaya akan teori konspirasi Bill Gates yang menciptakan virus corona dan mencoba mengambil keuntungan akan hal ini.

Bill Gates sendiri berkampanye soal akan adanya penyakit menular pandemi di dunia yang tidak bisa di atas semua negara karena sistem kesehatan yang tak mumpuni disuarakan pendiri Microsoft ini sejak 2014 silam.

Mengutip The Wall Street Journal, Bill Gates sempat menyampaikan kekhawatirannya bahaya pandemi kepada Donald Trump pada 2016 setelah Trump memenangi pemilu Presiden AS.

Co-founder Microsoft ini memang menjadi sasaran utama dari teori konspirasi ini karena keterlibatannya dalam memerangi pandemi di dunia.

Melalui yayasan nirlaba Bill and Melinda Gates, ia berkomitmen menyumbangkan dana US$100 juta untuk memerangi Covid-19 di dunia. Lembaga ini juga menjadi salah satu donatur tetap World Health Organization (WHO).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here