Sayang Pahala Puasanya

159

Oleh: Ustadz Felix Siauw (Pengemban Dakwah)

Ibarat menampung air di tempayan berlubang. Itu peribahasa untuk orang yang melakukan kesia-siaan. Sebab usahanya tak berbuah kecuali lelah

Jangan salah, sia-sia itu beda dengan merugi. Merugi berarti hilang modal setelah berusaha, sedangkan sia-sia adalah sama modal walau berusaha

Padahal tidak ada diantara kita yang ingin sia-sia, apalagi rugi. Pastinya kita berharap keuntungan di akhir usaha. Tapi sayangnya tak semua memahami caranya

Begitulah jawaban bagi yang bertanya, “Bagaimana puasa seseorang yang belum menutup aurat?”. Problemnya bukan pada hukumnya tapi pada kesia-siaannya

Puasa yang membuka aurat tetap sah, berpahala, selama memenuhi ketentuan syariat. Tapi sayang disaat yang sama dia juga konstan bermaksiat

Pahala yang susah payah terkumpul, itupun belum tentu, dikikis dengan maksiat aurat yang diumbar, yang itu sudah pasti maksiatnya, ini kesia-siaan

Lalu bagaimana dengan yang bilang, “Ya sudah, sekalian saja buka aurat dan tak usah puasa”. Nah ini malah merugi, maksiatnya berlipat-lipat

Padahal Ramadhan ini waktu yang sangat baik, khusyuk untuk memulai ketaatan. Lapar itu membuat kita merasa lebih dekat pada Allah, lebih mudah ibadah

Mengapa tak coba berhijab secara sempurna? Agar jadi salihah yang seutuhnya? Bila nikmat berbuka di Ramadhan saja kita kejar, apalagi nikmat surga

Ketaatan itu dibuat syaitan agar terlihat susah dan sulit, padahal saat kita melakukannya, Allah akan memudahkan dan pasti menurunkan kebahagiaan

Kapan mau menutup aurat saudariku? Kami disini bukan menghukumi, hanya turut bahagia menyaksikan Muslimah salihah yang patuh pada Allah

#hijab #muslimah #puasa #ramadhan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here