Saudi Umumkan Lockdown untuk Riyadh, Makkah, Madinah

175
Raja Salman (Photo: Arab News)

Muslim Obsession – Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan lockdown untuk Riyadh, Makkah, dan Madinah, Rabu (25/3/2020). Kebijakan ini buntut dari adanya kematian kedua akibat Covid-19 di Arab Saudi.

Raja Salman pun menyetujui penutupan akses keluar masuk di tiga kota tersebut, sedangkan pembatasan perjalanan juga akan dilakukan pada 13 wilayah lainnya. Sementara jam malam dimajukan mulai pukul 15.00, dari yang sebelumnya pukul 19.00 waktu setempat.

Tak hanya itu, penerbangan internasional ditangguhkan serta penangguhan visa untuk umrah sepanjang tahun, masjid, sekolah, mal, dan restoran pun ditutup.

Pemerintah Arab Saudi menerapkan jam malam mulai Senin (23/3/2020) selama 21 hari, setelah adanya lonjakan kasus infeksi. Lalu, kematian kedua yang merupakan warga asing berusia 46 tahun di Makkah membuat Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan lebih ketat. Para pelanggar akan didenda atau dipenjara.

Dikutip dari Reuters, kebijakan itu telah mengubah ritme kehidupan sehari-hari di negara berpenduduk sekitar 30 juta orang itu. Jika sebelumnya pertemuan larut malam di kedai kopi atau di rumah adalah hal biasa, tetapi sekarang tidak bisa dilakukan.

Bahkan menurut seorang warga dari Turki bernama Nasif Erisik, sebelumnya ia dan teman-tamannya biasa bermain kartu hampir setiap malam di salah satu rumah mereka. Tapi sekarang ia dan teman-temannya hanya bermain secara online. “Corona mengubah kebiasaan dan segalanya dalam hidup kita,” kata Erisik.

Kasus kematian pertama Covid-19 di Arab Saudi diumumkan pada Selasa (24/3/2020). Berdasarkan keterangan kementerian kesehatan, korban meninggal adalah warga Afghanistan. Dia mengembuskan napas terakhir di Madinah.

Sebelumnya Raja Salman telah menegaskan jika Saudi bakal menghadapi “pertarungan lebih sulit”. Selain wabah Corona, mereka diyakini juga akan dihantam penurunan harga minyak. Pihak kerajaan menyatakan, mereka bakal mengucurkan paket stimulus besar, yakni sebesar 120 miliar riyal, sekitar Rp 526,8 triliun.

Riyadh dilaporkan juga berencana mengajukan pinjaman yang total nilainya mencapai 50 persen dari GDP negara. Larangan ataupun paket stimulus juga diberlakukan negara lain di kawasan Teluk, setelah 2.100 kasus Covid-19 ditemukan di kawasan tersebut. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here