Saudi Larang Warganya Pakai Aplikasi FaceApp, Karena…

479
FaceApp (Foto: AFP)

Saudi, Muslim Obsession – National Cybersecurity Authority (NCA) telah memperingatkan orang-orang agar tidak menggunakan aplikasi mobile yang mengubah wajah, atau aplikasi FaceApp yang kini tengah viral.

Untuk diketahui, aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah foto wajah mereka dan menyuntingnya agar terlihat lebih tua, trik populer yang mengisi umpan media sosial dari jutaan pengguna yang tersebar di lebih dari 100 negara termasuk di Indonesia.

Kekhawatiran Cybersecurity atas bagaimana foto-foto itu dapat disalahgunakan oleh aplikasi ini menimbulkan kekhawatiran di antara banyak pengguna, dan NCA kini telah memperingatkan agar tidak menggunakannya, menekankan untuk tidak memberikannya akses ke galeri pribadi.

“Saat ini banyak orang yang tampaknya terobsesi dengan beberapa aplikasi ponsel cerdas, yang digunakan untuk bersenang-senang atau hiburan tanpa rasa takut atau mengetahui bahwa itu bisa membahayakan privasi mereka dan dapat digunakan untuk tujuan jahat yang tidak diketahui,” beber Muhammad Khurram Khan, seorang profesor keamanan dunia maya di King Saud University.

“FaceApp, aplikasi penuaan wajah, dan banyak aplikasi serupa lainnya sangat diagndrungi oleh pengguna di seluruh dunia tanpa memperhatikan persyaratan layanan aplikasi dan hak-hak mereka sendiri,” imbuh dia seperti diberitakan Arab News, Jumat (19/7/2019).

Untuk diketahui, aplikasi FaceApp berusia lebih dari 2 tahun yang dibuat oleh pengembang berbasis di Rusia, memiliki sejumlah fitur pengubah gambar seperti menambahkan senyum atau mengubah jenis kelamin seseorang.

“Kebijakan privasi FaceApp tidak jelas bagaimana melindungi data pengguna, tetapi perusahaan mengklaim bahwa data apa pun yang dikumpulkan tidak dapat digunakan secara wajar untuk mengidentifikasi setiap pengguna tertentu,” katanya.

“Namun, ia secara eksplisit mengatakan bahwa ia membagikan informasi dengan ‘mitra iklan pihak ketiga’. Ini bukan hanya tentang satu foto yang diunggah pengguna untuk bersenang-senang, tetapi persyaratan layanan FaceApp tampaknya memungkinkan pengguna untuk memberikan akses ke semua foto yang disimpan, dan tidak ada yang tahu kapan dan dengan siapa data ini dapat dibagikan atau digunakan,” jelas dia.

Di aplikasi sebelumnya seperti Candy Crush dan Angry Birds digunakan untuk mengumpulkan data pribadi, termasuk daftar kontak, email, dan informasi sensitif lainnya dari smartphone.

“Aplikasi pembocoran data ini memiliki bahaya keamanan dan privasi terbesar bagi pengguna yang mengunduhnya dan memberikan akses dan kontrol ke data pribadi, foto, mikrofon, dan kamera, yang dapat digunakan untuk menguping atau memantau aktivitas mereka,” tambah Khan. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here