Saran Bagi Usia Lanjut 60 Tahun ke Atas

161

Oleh: Buya H. Masoed Abidin (Ulama dan Penulis)

Mari kita pikirkan dan renungkan. Ada banyak saran bagi usia lanjut 60 tahun ke atas:

1. Fokus untuk meyenangkan diri sendiri, bukan saatnya lagi mengejar dan menumpuk harta atau materi.

2. Bijak menggunakan tabungan. Jalan-jalan ke tempat wisata, berkumpul dengan teman kalau masih ada kesempatan dan masih sehat, kuat.

3. Perbanyak ibadah dan tingkatkan amalan yang baik. Hiduplah di sini dan sekarang, bukan besok atau kemarin, karena besok belum tentu ada kesempatan, kemarin sudah lewat.

4. Ceria bermain dengan cucu (kalau ada), bukan menjadi babby sitter dan bukan pula menjadi satpam kalau anak-anak sedang bepergian.

BACA JUGA: Bersyukurlah Selalu Atas Semua Nikmat Allah

5. Ikhlas menerima semua kemunduran fisik, nyeri, sakit, lemah, sebagai konsekuensi logis dari proses penuaan.

6. Nikmati kondisi yang ada sekarang, tidak perlu terus menerus banting tulang lagi.

7. Syukuri hidup dengan pasangan, anak, cucu, dan teman-teman yang merasa dekat, bukan karena harta atau kedudukan mereka.

8. Maafkan diri sendiri. Minta maaf dan memberi maaf kepada orang lain. Perlu ketenangan batin dengan menghilangkan dendam dan benci..

9. Bersahabat degan siapa saja, sabagai bagian dari hidup yang normal, jangan takut mati.

10. Damai di hati. Disarankan selalu bercanda dengan manfaat sarana komunikasi lainnya. Jangan mudah salah paham apalagi marah-marah tanpa sebab, karena hal itu bisa bikin mati mendadak.

BACA JUGA: Jangan Tinggalkan Shalat Sunnah Rawatib

PERENUNGAN:

“Tua bukan tanpa arti tetapi harus makin berarti bagi diri sendiri, keluarga, teman/sahabat dan sesama, dalam setiap sudut dan tahap kehidupan”.

Berpikir positif dan tetap semangat.

11. Rajinlah bersedekah. Al-Imam As-Suyuti, menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala sedekah itu ada 5 macam:

أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ: وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ اهـ (كتاب بغية المسترشدين)

“Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima (5) kategori:

1) Satu dibalas sepuluh (1:10), yaitu bersedekah kepada orang yang sihat jasmani.

2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90), yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.

3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900), yaitu bersedekah kepada kerabat kaum keluarga serta saudara.

4) Satu dibalas seratus ribu (1:100,000), yaitu sedekah kepada kedua orang tua.

5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1:900,000), yaitu bersedekah kepada orang yang alim atau ahli fiqh. (Kitab Bughyatul Musytarsyidin).

Semoga Allah Swt. memudahkan kita untuk bermurah hati, suka bersedekah dengan ikhlas. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here