Santri Pantai Samas Bantul Ikuti Penyuluhan Covid-19

200
Relawan Guru dari Laznas Dewan Dakwah saat memberikan penyuluhan pencegahan penularan wabah virus Corona, Rabu (18/3/2020). (Foto: istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Virus Corona (Covid-19) membuat geger dunia dengan menewaskan ribuan korbannya, termasuk belasan orang di Indonesia.

Kekhawatiran terhadap wabah dinilai sangat manusiawi, meski setiap orang tak semestinya bersikap panik dan ketakutan secara berlebihan.

Sebagai bentuk ikhtiar mitigasi paparan Covid-19, Laznas Dewan Dakwah menggelar Program Darurat Covid-19, antara lain berupa penyuluhan pencegahan penularan wabah.

Laznas Dewan Dakwah mengajak santri dan guru TPA Al-Bahri serta PAUD Anak Samudera berbincang tentang Wabah Covid-19 di Masjid Prana Sakti, Bantul, (Rabu, 18/3/2020).

Masjid itu terletak di sebelah areal parkir obyek wisata Pantai Samas. Masjid yang berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai itu didirikan oleh Yayasan Prana Sakti pada 1987 di atas lahan desa seluas lebih 1 hektar.

Dalam dialog dengan santri dan relawan guru-guru, Nurbowo dari Laznas Dewan Dakwah menyampaikan informasi tentang Wabah Covid-19. Ia juga memberikan tips untuk mencegah penularan virus pandemik tersebut.

“Ajaran Islam mengandung tips pencegahan musibah, termasuk wabah penyakit,” ujar Nurbowo.

Pertama, mengamalkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Karena kebersihan bagian dari iman. Misalnya dengan wudhu untuk sholat wajib maupun sunah. Menjaga diri untuk tetap suci (punya wudhu) berarti mencegah dari perbuatan dan pergaulan yang salah.

Hal ini juga ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, “Sungguh Allah mencintai orang yang taubat (bersih dari dosa) dan senang pada orang yang bersih (dari kotoran/bakteri)” Qs. Al-Baqarah: 222).

Kedua, mengonsumsi makanan yang halal dan baik (bergizi dan sesuai kondisi kesehatan), sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah: 168: “Makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal dan baik…”

“Ketiga, budayakan berdoa, seperti doa pencegahan musibah ‘Allaahumma innii’auudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa min sayyi il asqoomi’ (Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta dan segala penyakit yang buruk/mengerikan (HR Abu Dawud)’, jelasnya.

Keempat, budayakan bersedekah, sebagaimana wasiat Nabi Muhammad SAW, “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah” (HR. Imam Baihaqi).

Di akhir diskusi, Laznas Dewan Dakwah memberikan bingkisan paket snack untuk semua peserta.

Masjid Prana Sakti sendiri sempat kehilangan auranya sebagai Rumah Allah, tengggelam oleh hiruk-pikuk kehidupan wisata pantai yang kental dengan budaya sun, sand, and (free) sex.

Atas izin Allah, pengurus Masjid Prana Sakti dan Dai Dewan Dakwah menyelamatkan masjid yang terletak di Dusun Ngepet, Desa Srigading, Kec Sanden, Kab Bantul, Jogja itu. Aktivis pengajian anak pun hidup kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here