Sang Mutiara Itu (4)

212

Sunnah dalam iman seperti inilah yang umat perlukan. Iman yang tertransformasi dalam bentuk karya-karya dan inovasi-inovasi untuk merubah dunia ke arah yang lebih baik. Atau mungkin dalam istilah Al-Quran: “Minaz Zhulumaat ilan Nuur” (dari kegelapan ke alam yang terang).

Di tengah meningginya tantangan terhadap Islam dan umat saat ini, keimanan Rasul inilah yang diperlukan. Komunitas Muslim di mana-mana menghadapi tantangan yang luar biasa. Baik itu karena rancangan orang lain, atau juga karena disebabkan oleh ulah mereka sendiri.

Di saat-saat seperti itulah tidak jarang umat ini goyah dan kehilangan pegangan. Goncang dalam keimanannya. Menciut dalam “self confidence” (percaya diri). Bahkan menjadi minder dan terjangkiti penyakit “inferiority complex” (merasa rendah dan tidak mampu).

Saya diingatkan sebuah pengalaman pribadi, dan ini satu dari beberapa pengalaman pribadi itu. Suatu hari saya diundang oleh Drew University untuk sebuah acara. Sebelum memasuki Kampus universitas saya masuk ke sebuah Dunkin Donat untuk segelas Kopi.

Saya memperhatikan anak muda yang melayani pelanggan (costumer) di kedai itu. Dia sangat kental berwajah Pakistan. Tapi nama di tanda pengenalnya (name tag) adalah “MO”. Tentu Sebagai orang yang pernah tinggal di Pakistan tujuh tahun saya paham betul orang Pakistan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here