Sang Mutiara Itu (4)

215

Di saat-saat seperti itu ternyata beliau sedang diintai oleh seorang musuh. Musuh itu tiba-tiba mendatangi beliau yang sedang tidur dan meletakkan pedangnya di dada beliau. Beliaupun terbangun dan terjadilah percakapan itu.

Kafir: Hai Muhammad, siapa yang akan menolongmu sekarang?

Muhammad SAW: ALLAH! Dengan tatapan mata penuh percaya diri dalam tawakkal kepada si kafir itu.

Baca:

Imam Shamsi Ali Hadiri Pertemuan Militer dan Tokoh-Tokoh Agama di Amerika

Cerita Imam Shamsi Ali Dicemooh Bule di Amerika

Buktikan Indonesia Punya Peran Kembangkan Islam, Ini yang Dilakukan Imam Besar Masjid New York

Jawaban beliau yang penuh kharisma dan kepercayaan penuh itu menjadikan tangan sang kafir itu gemetar dan pedang yang dipegang di atas dada Rasulullah SAW tiba-tiba terjatuh.

Rasulullah SAW dengan sigap mengambil pedang itu, diarahkan ke lehernya lalu bertanya: “Sekarang siapa yang akan menolongmu?”.

Sang kafir yang Sudah ketakutan itu menjawab: “Siapa lagi kalau bukan engkau wahai Muhammad”.

Sang Rasul yang diutus sebagai “rahmah” bagi seluruh manusia itu menjawab: “Baik. Pulanglah ke tempatmu”.

Saya tidak melanjutkan apa yang terjadi kemudian dengan cerita tentang ketegaran iman Muhammad SAW. Yang ingin saya ingatkan dengan kisah ini justru betapa iman beliau tak goncang oleh situasi apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here