Sambut New Normal, PBNU Keluarkan Protokol untuk Jamaah di Masjid

166

Jakarta, Muslim Obsession – Menyambut new normal yang akan diterapkan dalam waktu dekat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menyusun protokol beribadah di tempat ibadah saat masa kenormalan baru itu dimulai.

Ketua PBNU Marsudi Syuhud menuturkan, masyarakat yang akan berangkat ke masjid, harus dalam kondisi kesehatan yang fit. Jika merasa kurang sehat, maka tidak diperkenankan beribadah di masjid.

Para warga juga dianjurkan untuk membawa peralatan salat, seperti sajadah atau mukena, sendiri. Sebab di dalam masjid tidak diperkenankan menggunakan karpet.

“Jangan lupa pakai masker, dan usahakan sudah wudhu dari rumah,” ucap Ketua PBNU Marsudi Syuhud, Ahad (31/5/2020).

Kemudian, ketika berada di dalam masjid, masyarakat harus tetap menjaga jarak antar satu sama lain.

Sementara untuk pengurus masjid, diwajibkan untuk membersihkan ruangan dan menyemprotkan cairan disinfektan secara rutin ketika masjid akan dan sesudah digunakan.

Ia juga mengimbau agar pengurus harus bersikap tegas dalam mengatur jarak antar jamaah.

“Agar tidak saling berdempetan atau menumpuk satu sama lain, jadi petugas masjid harus disiplin mengatur jarak jamaah,” kata Marsudi.

Kendati demikian, Marsudi mengingatkan, masjid baru boleh dibuka untuk umum jika daerah tersebut termasuk dalam zona hijau. Begitu pun daerah tetangga di sekitarnya.

“Untuk itu pemerintah harus punya datanya, mana zona yang hijau, kuning, merah. Ketika sudah hijau, masjid bisa dilakukan untuk jumatan atau salat berjamaah. Pastikan juga daerah tetangga,” ucap Marsudi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here