Sambut 1 Muharram, Ini Tradisi Unik di Tanah Air

1186
Tabot (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Setiap tahun, seluruh masyarakat dunia mengenal berbagai macam perayaan tahun baru yang berbeda. Sebut saja Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Cina atau Imlek, dan Tahun Baru Islam. Di tahun ini, Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1440 H jatuh pada Senin (10/9/2018).

Tentu, seluruh umat Muslim di dunia turut merayakan hari tersebut. Masing-masing umat Muslim memiliki caranya tersendiri. Inilah tradisi perayaan menyambut bulan Muharram di beberapa daerah.

Tradisi Bubur Suro

Tradisi ini berkembang di Jawa Barat dan daerah Jawa pada umumnya. Bubur ini terbuat dari beras, santan, garam, jahe, dan sereh. Bubur ini dihiasi dengan topping serpihan jeruk bali dan butiran delima serta 7 jenis kacang seperti kacang tanah, kacang mede, kacang hijau, kedelai, kacang merah, kacang tholo, dan kacang bogor. Selain itu juga ditambahkan irisan mentimun dan daun kemangi. Bukan hanya bubur suro, dalam ritual ini juga disajikan kembar mayang, sirih, dan keranjang berisi aneka buah. Kesemuanya diisi dengan elemen serba 7 rupa. Hal itu sebagai refleksi kesungguhan tekad untuk menjalani tahun depan.

Grebeg Suro

Di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ada tradisi bernama Grebeg Suro (Gerebek Sura). Grebeg Suro adalah acara kebudayaan masyarakat Ponorogo berbentuk pesta rakyat. Seni dan tradisi yang ditampilkan meliputi Festival Reog Nasional, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, serta Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel.

Kirab Muharram

Kirab Muharram dirayakan setiap tahunnya oleh warga Surabaya, Jawa Timur. Sesuai dengan namanya, Kirab ini dirayakan pada bulan Muharram tepatnya pada tanggal 1 atau yang dikenal dengan bulan Suro pada kalender Jawa. Bulan Muharram merupakan bulan pertama pada penanggalan Hijriyah. Pada bulan ini terdapat perayaan besar umat Islam, yaitu Tahun Baru Islam. Oleh karena itu, Kirab Muharram sengaja diadakan guna merayakan Tahun Baru Islam dengan tujuan bersyukur atas kenikmatan yang diberikan oleh Allah dan mengharapkan ampunan dosa atas apa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.

Arak-arakan diikuti oleh beberapa diniyah yang berada di daerah tersebut. Masing-masing diniyah mengikutsertakan beberapa santriwan dan santriwatinya berbaris mengikuti Kirab, ada yang menampilkan drum band, patrol, pencak silat, wayang dan rebana.

Tabot dan Tabuik

Tabot adalah perayaan tahunan yang selenggarakan selama 1-10 Muharam di Bengkulu, sedangkan Tabuik adalah ritual yang hampir mirip, tetapi diselenggarakan di Pariaman Sumatera Barat. Tradisi ini di bawa pertama kali oleh kaum islam Madras India Benggali untuk memperingati kematian Husein cucu Muhammad. Upacara tersebut telah mereka selenggarakan secara rutin tiap tahunnya dan turun temurun.

Nganggung

Tradisi makan bersama atau biasa disebut nganggung menjadi ciri khas warga Bangka Belitung untuk menyambut Tahun Baru Islam. Kebersamaan diangkat menjadi tradisi Tahun Baru Islam, tradisi perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram begitu semarak seperti layaknya suasana Idul Fitri dan Idul Adha. Warga dari seluruh penjuru Bangka berdatangan untuk bersilaturahmi sekaligus bertamu ke rumah-rumah warga.

Bagi tuan rumah semakin banyak tamu yang datang maka rizki yang diperoleh akan semakin banyak. Di setiap rumah warga tersaji aneka menu seperti saat Lebaran ala Bangka. Ada kemplang, keretek, kue kering, kue basah, dodol dan lainnya. Tidak lupa tuan rumah mengenakan baju baru, begitu pula dengan anak-anak mereka.

Mabit di Masjid

Nah bagi yang pengen alternatif lain, saat ini banyak juga masjid-masjid, khususnya yang ada di Jakarta, menyelenggarakan mabit pada malam tahun baru hijriyah. Kegiatan ini diisi dengan ceramah agama dan dilanjutkan dengan aktivitas pribadi. Artinya para peserta bisa menggunakan kesempatan ini untuk melakukan refleksi diri selama menginap di masjid. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here