Saleha Jabeen jadi Muslimah Pertama di Angkatan Udara AS

391
Saleha Jabeen (Foto: About Islam)

Jakarta, Muslim Obsession – Saleha Jabeen menjadi wanita Muslim pertama di Angkatan Udara AS. Jabeen yang berpangkat letnan dua itu menjadi Kapelan atau rohaniawan Muslim (chaplain) di Catholic Theological Union Angkatan Udara (AU) Amerika Serikat (AS) di Chicago.

“Setiap kali kita memajukan kebebasan beragama, itu adalah kemenangan bagi semua orang beriman,” ujar Kepala Angkatan Udara Kapten Chaplains Mayor Jenderal Steven Schaick mengatakan dalam rilis Air Force Times, dilansir About Islam, Selasa (14/1/2020).

“Ini adalah hari besar bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk orang-orang dari semua agama,” imbuhnya.

Menurut Schaick, faktanya Amerika adalah tempat di mana Konstitusi menjamin kebebasan Anda untuk merangkul atau menjauhkan diri dari cita-cita agama, dan Korps Chaplain, yang baru saja dijabat oleh Jabeen, hadir untuk memastikan setiap penerbang memiliki pendukung kebebasan beragama.

Berasal dari India, Jabeen datang ke AS 14 tahun yang lalu sebagai siswa internasional.

“Kakakku telah menjadi sumber inspirasiku. Karena dedikasinya dan melihat karier militernya, saya mengakui pentingnya kapelan dalam angkatan bersenjata. Saya melihat bahwa ketika satu anggota dikerahkan, semua anggota keluarga mereka bergabung dengan mereka,” kata Jabeen. 

Rohaniawan Muslim di AS

Meskipun kapelan memiliki akar dalam tradisi Kristen, Muslim di Amerika telah menggunakan model ini sebagai cara untuk memberikan panduan berbasis agama dalam konteks kelembagaan, terutama di militer, kampus, rumah sakit, dan fasilitas pemasyarakatan.

Kapelan Muslim sering melayani Muslim dan non-Muslim, menawarkan dukungan dan bimbingan spiritual, dan dalam beberapa tahun terakhir, kapelan bertindak sebagai pemimpin intra-institusional yang bekerja menuju pemahaman antaragama yang lebih besar dan keterlibatan masyarakat.

Menurut Asosiasi Muslim Chaplains, sebuah organisasi profesional yang dimulai pada tahun 2011, saat ini, kapelan Muslim di Amerika Serikat telah pindah dari dakwah menuju fokus pada dukungan dan perawatan pastoral.

Association of Muslim Chaplains, bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Boston, pada April merilis sebuah survei tentang para kapelan Muslim di Amerika. Ditemukan bahwa tantangan termasuk perlunya lebih banyak lembaga Muslim yang kuat untuk melakukan pelatihan dan memberikan dukungan keuangan, dukungan pribadi, harapan gender, dan iklim sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here