Sahabat Nabi yang Gagal Miskin

5086

Oleh: Syafrudin Anhar – Sekjen Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI)

Abdurrahman bin Auf, adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad Saw. yang dijamin masuk surga dari sepuluh sahabat Nabi yang lain.

Namun, hati Abdurrahman bin Auf tetap gelisah mengenai dirinya, apakah di akhirat nanti dia berada di surga? Kegelisahan dan kegundahan hatinya itu, disebabkan oleh penjelasan Muhammad Rasulullah Saw. yang didengarnya langsung.

Dikisahkan, pada suatu waktu Muhammad berkata, “Di akhirat nanti yang paling cepat dihisab amalan kebaikannya adalah orang miskin. Sedangkan orang kaya amalan kebaikannya dihisab dalam waktu yang lama dan proses yang panjang.

Dengan demikian juga yang lebih dahulu masuk surga adalah orang mukmin yang miskin. Sedangkan orang mukmin yang kaya masuk surganya paling belakangan.

Mendengar penjelasan Rasulullah tersebut, Abdurrahman bin Auf sebagai sahabat yg mukmin dan kaya raya, dalam hatinya berkata, “Aku harus menjadi orang miskin yang mukmin, agar di akhirat nanti amalanku dihisab lebih cepat dan masuk surga lebih awal.”

Niat itu dilakukan oleh Abdurrahman bin Auf dengan jalan menjual semua dagangannya dengan harga murah. Kemudian, hasil dagangannya dibelikan kurma-kurma jelek (busuk) milik sahabat-sahabatnya yang tidak laku, tapi dijual dengan harga kurma bagus.

Abdurrahman bin Auf memiliki kurma jelek yang tidak laku untuk dijual banyak sekali dan beliau pun tidak berdagang. Namun, gembiralah hati Abdurrahman bin Auf, karena tidak bisa berdagang lagi.

Hatinya berkata, “Kini aku sudah menjadi orang miskin, karena aku tidak mendapatkan keuntungan dan kurma yang aku miliki adalah kurma jelek (busuk) yang tidak laku dijual.”

Namun suatu hari kemudian, ada seseorang datang sebagai utusan kepala suku (raja) dari negeri seberang yang mencari kurma jelek (busuk) dalam jumlah yang banyak sekali.

Kurma-kurma itu akan dijadikan obat penawar dan penyembuh suatu penyakit yang sedang melanda rakyat (bangsa) suku negeri seberang itu.

Utusan kepala suku itu kemudian membeli semua kurma busuk milik Abdurrahman bin Auf dengan harga berlipat dari harga kurma bagus.

Kejadian ini, tidak jadi membuat Abdurrahman bin Auf miskin, tapi malah bertambah rezekinya dan bertambah kaya.

Allah Swt. melalui para malaikat dan rasulnya menggagalkan Abdurrahman bin Auf GAGAL UNTUK JADI MISKIN.

Demikian riwayat ini diceritakan untuk menjadi tarbiah bagi para saudagar, pengusaha dan umat Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here