Saat Ada Petir, Benarkah Al-Quran Melarang Kita Menutup Telinga?

132
Petir (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Memasuki musim hujan, banyak petir menggelegar. Suaranya yang sangat bergemuruh kerap membuat kita takut. Karenanya, banyak orang segera menutup telinga mereka agar suara petir itu tidak menusuk telinga.

Di dalam Al-Quran, Allah berfirman soal perumpamaan orang munafik yang menutup telinga, ketika ada kilat petir menggelegar.

“..atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir,” (QS. Al-Baqarah [2]: 19).

Lantas, apakah kita tidak boleh menutup telinga saat mendengar suara petir, karena diibaratkan seperti orang munafik?

Sebenarnya, ayat 19 dari surat Al-Baqarah ini merupakan bagian dari perumpamaan terhadap golongan munafik yang bermula dari ayat 8:

“Di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman,” (QS. Al-Baqarah [2]: 8).

Allah mengumpamakan orang-orang yang munafik, yang tidak tahan mendengar ayat-ayat yang mengandung peringatan, seperti orang-orang yang berada dalam situasi hujan lebat, gelap-gulita.

Sesekali terdengar guruh dan terlihat kilat menyambar, mereka pun menyumbat telinga mereka dengan jemari mereka dari ledakan petir karena takut mati. Jadi, bukan berarti kita tidak boleh menutup telinga jika mendengar petir atau guntur.

Apa yang harus dilakukan saat mendengar suara petir?

Jawabannya adalah berdoa. Dari ‘Ikrimah mengatakan bahwasanya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tatkala mendengar suara petir, beliau mengucapkan,

Subhanalladzi sabbahat lahu” (Maha suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya).

Lalu beliau mengatakan, ”Sesungguhnya petir adalah malaikat yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan sebagaimana pengembala ternak membentak hewannya.” (Disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 722. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Apabila ’Abdullah bin Az-Zubair mendengar petir, dia menghentikan pembicaraan, kemudian mengucapkan:

Subhanalladzi yusabbihur ra’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih.” (Maha Suci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya).

Wallahu A’lam bish Shawab..

(Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here