Robot Under Water Karya Anak MTs Gresik Sabet Juara Internasional

559
MTs Tarbiyatul Wathon Gresik Juara Kontes Robot Internasional (Foto: NU)

Gresik, Muslim Obsession – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon Gresik berhasil menggondol juara kontes robot di ajang International Islamic School Robot Olimpiad 2018. Acara itu diselenggarakan Internatonal Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur, Malaysia, 5-9 September 2018 lalu.

Kontes robot yang diikuti 138 peserta dari negara Islam se-Asia itu saling beradu kreativitas dan inovasi. Di kontes robot tersebut, MTs Tarbiyatul Wathon menyabet juara kedua (medali perak), dan ketiga (medali perunggu).

Kesuksesan MTs Tarbiyatul Wathon itu tak lepas dari kepiawaian M Fatih Syajroni (14), Zamanul Khoir (14), dan M Shobahun (14). Ketiganya merupakan kelas IX yang menciptakan robot under water dan robot gathering.

“Kami menciptakan robot under water yang berfungsi mengambil benda di dalam dasar laut. Sedangkan robot gathering bisa memindahkan benda di daratan,” kata M Fatih Syajroni, dikutip dari rilis NU, Kamis (20/9/2018).

Ketiga siswa tersebut dengan dibimbing gurunya membutuhkan waktu kurang dari sebulan untuk menciptakan kedua robot yang dilombakan itu. Setelah melalui beberapa uji coba, akhirnya dua robot besutan mereka mampu mengungguli peserta dari negara lain.

“Kami menciptakan robot under water karena terinspirasi oleh kondisi geografis di Desa Campurejo yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Semoga di masa mendatang melalui pengembangan robot ini warganya tidak perlu repot-repot lagi berenang di dalam laut untuk mencari kerang atau ikan,” ungkapnya.

Mohammad Lazim (42), waka Penjaminan Mutu Yayasan Tarbiyatul Wathon, menuturkan pihaknya tidak menyangka keberhasilan anak didiknya mampu mengangkat prestasi sekolahnya.

Pasalnya, saat berangkat ke Kuala Lumpur Malaysia secara finansial kurang mendukung. Namun, berkat dukungan dan bantuan semua alumni akhirnya bisa berangkat dan menyabet juara dua dan ketiga.

“Anak didik kami mampu mencapai nilai yang terbaik di dua kategori yakni kecepatan dalam memprogram pada robot gathering serta keahlian bagaimana memprogram pada robot under water,” ujarnya.

M Faizal Mubarok, kepala MTs Tarbiyatul Wathon, mengaku sangat senang. “Kontes robot ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya beberapa tahun yang lalu kami mengikuti ajang serupa di Singapura, tapi hasilnya kurang memuaskan. Dengan pembinaan yang terus-menerus dan tak kenal lelah. Alhmadulillah bisa memunculkan gerasi-genasi robotik di sekolahan kami,” ujarnya penuh kegembiraan.

MTs Tarbiyatul Wathon, beralamat di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Madrasah tersebut berada di bawah naungan LP Ma’arif NU. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here