Ridwan Kamil Jadi Guru Dadakan Bagi 20 Pelajar yang Terpapar Doktrin NII di Garut

129
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menjadi guru dadakan bagi 20 pelajar di Garut yang terpapar doktrin Negara Islam Indonesia (NII). (Foto: IG)

Garut, Muslim Obsession – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menjadi guru dadakan bagi 20 pelajar di Garut yang terpapar doktrin Negara Islam Indonesia (NII).

Pengalamannya menjadi guru dadakan dituangkan lelaki yang akrab disapa Kang Emil itu lewan akun Instagram, Sabtu (11/12/2021).

“45 menit saya tadi menjadi guru dadakan kepada 20 anak muda/pelajar di Garut yang terpapar doktrin NII yang membenci Pancasila dan NKRI,” tulis Kang Emil.

Kang Emil berkisah, dirinya menjadi guru dadakan di sebuah kelas yang rileks dan hangat.

Ia menceritakan sejarah Pancasila sebagai kesepakatan agung dari kelompok dan golongan yamg berbeda-beda dalam membangun rumah bersama Indonesia. Perjanjian Agung agar Indonesia abadi dan lestari.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Komentari Kasus Guru Cabul di Bandung

“Memahamkan tentang pentingnya toleransi, mencintai kebhinekaan, tentang melihat perbedaan sebagai rahmat dan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian,” lanjut Kang Emil.

Kang Emil juga menceritakan contoh negara-negara yang bubar karena perang dan pertengkaran dan karena tidak bisa menjaga persatuan. Menceritakan bahwa jika tidak bisa bersaudara dalam keimanan, maka bersaudaralah dalam kebangsaan atau kemanusiaan.

“Pas berinteraksi maju ke depan, ada satu pemuda yang sendal jepitnya putus, dan akhirnya saya beri sendal kulit kesayangan saya sebagai gantinya agar dia bisa pulang dengan nyaman,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Tetapkan Besaran UMK 2022, Kota Bekasi Tertinggi di Jabar

Kegiatan Kang Emil jadi guru dadakan tersebut, rupanya, memantik apresiasi Netizen. Beberapa di antaranya menyarankan agar kegiatan memberikan pemahaman kebangsaan harus sering dilakukan, termasuk juga menyiarkan lagu Indonesia Raya di stasiun televisi.

“Mantab pak gubernur @ridwankamil .. ‘Menceritakan jika kita tidak bisa bersaudara dalam keimanan, maka bersaudaralah dalam kebangsaan atau kemanusiaan’…” tulis @ jtonn***.

“Coba ya pa @ridwankamil masyarakat Indonesia setiap pagi jam 6 itu di tv nasional denger ada lagu Indonesia Raya.. mayan tuu saya juga suka merinding dengernya.. bikin semangat pagi selain dari lagu dangdut.. ahaahah,” tulis @dvstore*****. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here