Ribuan Pengungsi Muslim Somalia dapat Bantuan Daging Kurban dari Indonesia

126

Mogadishu, Muslim Obsession – Usai membantu para pengungsi Palestina yang berada diperbatasan Jordania, Relawan Indonesia Eko Sulistio terus menggencarkan aksi kemanusiannya dengan membantu saudara-saudara Muslim di Somalia, Afrika. Di negara ini banyak umat Muslim yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Puluhan ribu umat Muslim ini hidup dalam himpitan ekonomi yang serba kekurangan. Mereka hanya tinggal digubuk-gubuk reot, beralaskan tanah. Untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya mereka kerap mengandalkan bantuan dari negara donor, termasuk dari Indonesia.

Kali ini, Eko Sulistio datang menemui mereka dengan membawakan bantuan hewan kurban dan sejumlah paket sembako, serta obat-obatan. Mereka berada di Mogadishu, Somalia, Benua Afrika. Bantuan lain juga diberikan untuk mendukung sarana pendidikan dasar bagi anak-anak Mogadishu.



“Muslim di Mogadishu ini adalah para pengungsi, korban dari perang saudara di Somalia yang berkepanjangan selama 29 tahun lamannya. Banyak dari mereka yang alami gizi buruk, dan hidup dalam keterbatasan. Sangat memprihatinkan,” ujar Eko, dalam keterangannya, Senin (26/7).

Eko menuturkan, Somalia negara di tanduk Afrika ini masih sangat tergantung hidupnya dari negara luar. Karena banyaknya warga miskin di sana. Bahkan menurut data PBB, kondisi pengungsi yang paling buruk di dunia ada di Somalia.

“Kondisi di sana sampai saat ini belum ada listrik, bahan makanan sangat minim, fasilitas kesehatan dan pendidikan juga sangat minim. Rumah tinggal mereka juga sangat tidak layak karena hanya terbuat dari terpal,” terang Eko menceritakan.



Eko termasuk salah satu relawan Indonesia yang kerap mendatangi para pengungsi di Kamp Nasrullah, Distrik Garisballe, Provinsi Mogadishu, Somalia. Bantuan Program Qurban 1442H ini antara lain yang sudah diberikan, yakni 200 ekor sapi, 400 ekor kambing.

Lalu ada 10 ekor unta, beras 15 ton, tepung terigu 15 ton, gula 15 ton, garam dapur 8 ton, biscuits 1500 pack, coklat 1500 pack, keju 1500 pack, susu bubuk 800 pack. Bantuan diperuntukan untuk 1500 kepala keluarga di wilayah pengungsian.

Bantuan lain juga diberikan berupa pakat higienis, seperti sabun mandi, sabun cuci, shampoo, sikat gigi dan pasta gigi sebanyak 1500 paket untuk 1500 kepala keluarga. Alhamdulillah Eko bersyukur wilayah ini termasuk daerah zona hijau dari penyebaran Covid-19.



“Alhamdulillah kasus Covid-19 di sini sangat minim, tidak lebih dari 20 orang di Provinsi Mogadishu, jadi relatif aman. Masyarakat juga tidak diwajibkan memakai masker,” ucapnya.

Kemudian program vaksinasi kata Eko, juga tidak menyeluruh hanya dikhususkan bagi orangtua, dan para tenaga kesehatan dengan menggunakan vaksin Astrajeneca. Disamping dengan adanya pandemi ini, kendala yang dihadapi dalam pendistribusian ini adalah akses jalan yang sangat susah.

“Untuk bisa sampai kamp pengungsian banyak sekali cek point-cek point, jalan yang dilalui juga susah, jauh dari kota dan berada di pedalaman, sehingga penditribusian memakan waktu yang cukup lama,” ujarnya.

Tak lupa Eko mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur yang sudah memberikan amal jariahnya untuk membantu umat Muslim di Mogadishu yang dititipkan melalui DT Peduli, INFAQU Indonesia, dan bantuan dari masyarakat Indonesia yang bersifat personal.

“Terima kasih tak terhingga kepada seluruh masyarakat Indonesia, meski kita juga tengah dilanda pandemi Covid-19, tapi rasa kepedulian masyarakat Indonesia terhadap sesama saudara Muslim di luar tidak pernah luntur. Ini adalah cerminan gotong royong yang paling dikenal dari Indonesia,” tandasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here