Rhenald Kasali: Taraf Pendidikan Kita Masih Ada di Level Bawah

244

Jakarta, Muslim Obsession – Profesor Rhenald Kasali menilai pendidikan menjadi hal yang penting dan harus dirasakan oleh setiap anak banga. Selain pendidikan, kualitas dari pendidikan harus juga diperhatikan agar sejalan dengan cita-cita memajukan anak-anak bangas.

Ketika teknologi bergerak begitu cepat dan mengubah berbagai lini kehidupan, menurutnya, ada bidang yang masih harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, yakni bidang pendidikan.

Rhenald merujuk laporan awal Desember dari Program for International Student Assessment (PISA) yang menempatkan Indonesia berada di peringkat bawah dari 79 negara yang disurvei.

“Rupanya taraf pendidikan yang diterima siswa selama ini lebih menitikberatkan pada menghafal, memahami, dan mengaplikasi. Ini merupakan level bawah dan masuk kategori Lower Order Thinking Skills (LOTS),” kata Rhenald, saat peluncuran buku terbarunya yang berjudul ‘SENTRA, Inspiring School: Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, demi Masa Depan yang Cemerlang’, di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Padahal menurutnya, pemangku kepentingan selalu ingin melompat pada pada kontennya, apakah itu matematika, bahasa, dan science. Ada kecerdasan yang harus dibangun guru untuk memudahkan tahap berikutnya dalam menerima ilmu-ilmu canggih itu.

“Kami menaruh perhatian dalam bidang pendidikan anak usia dini. Sebab ini merupakan fase paling krusial dalam pendidikan,” sambungnya.

Menurutnya, untuk menaikan level pengetahuan siswa tidak bisa dilakukan secara instan. Untuk membangun daya analitis, critical thinking, dan problem solving, tidak bisa hanya dilakukan melalui uji coba dan les bimbingan belajar sebelum ujian dilakukan.

“Untuk membangun kemampuan itu, butuh waktu panjang dan harus dilakukan sejak usia dini,” paparnya.

Pemahaman itulah yang membuat Rhenald memiliki concern kuat pada pendidikan anak usia dini. Untuk itu ia membuat PAUD dan TK yang diberi nama Kutilang.

“Nama Kutilang ini bukan singkatan. Kami hanya mengambil filosofinya. Harapan yang kami sematkan, semoga kutilang-kutilang kecil itu nanti bisa tumbuh besar menjadi rajawali-rajawali hebat. Rajawali yang akan terbang tinggi mengarungi luasnya alam, lalu kembali turun untuk membangun kehidupan,” terangnya.

Lewat buku tersebut, Rhenald ingin berbagi salah satu metode dalam mengajarkan pendidikan yang baik bagi anak-anak bangsa.

Salah satu fenomena dalam pendidikan di Indonesia adalah penitikberatkan pada content. Misalnya ketika skor Matematika salah satu anak didik dianggap kurang bagus, maka ditambahlah waktu belajar matematika.

“Demikian pula ketika nilai-nilai luhur Pancasila dianggap mulai luntur, diperbanyaklah pelajaran agar murid-murid hafal sila-sila dan butir-butir pancasila. Padahal yang mesti diperkuat adalah pondasi dan karakter sejak usia dini,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Elisa Kasali, praktisi Pendidikan Anak Usia Dini yang juga ikut berdiskusi dalam kesempatan tersebut. Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada anak juga tidak lepas dari peran orang tua, terutama Ibu. Karena itu juga menjadi hal terpenting dalam pertumbuhan pendidikan anak.

“Peran orang tua itu sangat penting. Orang tua harus terlibat penuh, seperti menyiapkan semua kebutuhan anak tentang pendidikan ini. Mulai dari nutrisinya, kedisiplinan anak, menanamkan nilai-nilai kebaikan saat di rumah, sehingga saat dia tumbuh dan berkembang, dia bisa menghargai orang lain, bisa beradaptasi, dia mampu bangkit dari kesedihan dan sebagainya,” tutupnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here